Advertisement
Aktivis Mahasiswa Diculik di Semarang Seusai Dampingi Kasus
Ilustrasi penculikan. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Aldi Maulana, kini tengah diselidiki aparat kepolisian. Laporan resmi telah diterima Polda Jawa Tengah dan proses penyelidikan sedang berjalan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, membenarkan adanya laporan tersebut. “Betul yang bersangkutan melapor ke kepolisian terhadap peristiwa yang dialaminya,” ujarnya. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/72/IV/2026/JATENG/SPK pada 1 April 2026.
Advertisement
Peristiwa penculikan terjadi pada Senin (30/3/2026) dini hari. Korban diduga disergap oleh empat orang tak dikenal di kawasan Telogosari saat dalam perjalanan pulang usai berolahraga.
Menurut keterangan rekan korban, Tegar Wijaya Mukti, pelaku datang menggunakan dua sepeda motor dan langsung menanyakan identitas korban sebelum membawanya secara paksa ke kawasan Ngablak di Kota Semarang.
BACA JUGA
Di lokasi tersebut, korban mengalami kekerasan fisik. “Korban dipukul dua kali di kepala, tangannya lecet karena digesek-gesekkan, dan sempat ditarik-tarik,” ujar Tegar.
Setelah sekitar satu jam, korban kemudian ditinggalkan dan dikembalikan ke lokasi awal. Korban tidak melakukan perlawanan karena kalah jumlah.
Aksi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas korban yang tengah mendampingi mahasiswa dalam kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus Universitas Islam Sultan Agung. Pelaku disebut sempat melontarkan ancaman yang mengarah pada upaya intimidasi.
“Ini upaya teror kepada kami yang memperjuangkan korban. Ini bentuk pembungkaman,” kata Tegar.
Usai kejadian, korban langsung menjalani visum dan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Hingga kini, aparat masih mendalami motif serta mengidentifikasi pelaku.
Kasus ini mencuat di tengah sorotan terhadap dugaan pelecehan seksual yang melibatkan kader organisasi mahasiswa di kampus tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Februari 2026 itu sempat viral di media sosial.
Pihak kampus Universitas Islam Sultan Agung menyatakan telah menempuh jalur mediasi. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Achmad Amirfulloh, menyebut mediasi antara korban dan pihak terlapor dilakukan pada 31 Maret 2026 dan berujung kesepakatan damai.
Meski demikian, dugaan intimidasi terhadap pendamping korban kini menambah perhatian publik terhadap penanganan kasus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
Advertisement
Advertisement









