Advertisement

Sebabkan Banjir, Perbaikan Tanggul Tuntang Dikebut, Target Sepekan

Newswire
Kamis, 09 April 2026 - 18:27 WIB
Maya Herawati
Sebabkan Banjir, Perbaikan Tanggul Tuntang Dikebut, Target Sepekan Foto udara kondisi jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang menyebabkan banjir bandang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). Tanggul tersebut kini mulai ditutup oleh BBWS Pemali Juana. - ANTARA FOTO - Aji Styawan

Advertisement

Harianjogja.com, DEMAK—Proses perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Demak terus dikebut dengan target penyelesaian dalam waktu sepekan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi yang berisiko memperparah kondisi di wilayah terdampak.

Di lapangan, sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Pemerintah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus melakukan perbaikan di beberapa titik tanggul yang rusak.

Advertisement

Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan optimisme bahwa perbaikan dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.

“Harapannya memang bisa cepat selesai, setidaknya sepekan ke depan. Apalagi, saat ini di lapangan sudah ada alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, termasuk dari Pemkab Demak juga ikut menerjunkan satu unit ekskavator,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia juga mengungkapkan sempat terjadi luapan air susulan yang membuat warga panik. Namun kondisi tersebut berhasil dikendalikan setelah tanggul kembali ditutup.

Enam Titik Diperbaiki di Dua Desa
Perbaikan tanggul dilakukan sejak Minggu (5/4/2026) di enam titik yang tersebar di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo.

Di Desa Trimulyo, penanganan difokuskan di Dusun Solowere dan Dusun Solondoko dengan dukungan empat unit ekskavator. Untuk Dusun Solowere, perbaikan menggunakan 300 jumbo bag, 400 sesek, serta masing-masing 50 batang pancang bambu dan glugu, dengan target pengerjaan sekitar 10 hari.

Sementara di Dusun Solondoko dan Desa Sidoharjo, digunakan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta 90 batang pancang bambu dan glugu. Proses di wilayah ini diperkirakan memakan waktu hingga 14 hari.

Sekretaris Daerah Demak, Ahmad Sugiharto, menjelaskan bahwa selain perbaikan tanggul, alat berat juga difungsikan untuk membersihkan lumpur yang menutup area terdampak.

Satu unit ekskavator digunakan untuk mempercepat pembersihan, sementara di Desa Sidoharjo juga dikerahkan dua unit dozer D65 untuk merapikan lokasi serta membantu pengisian material tanah ke dalam jumbo bag.

Dampak Banjir Masih Terasa
Sebelumnya, tanggul Sungai Tuntang jebol di enam titik pada Jumat (3/4/2026) pagi. Tiga titik berada di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter, serta tiga titik lainnya di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 2.116 rumah terdampak banjir dan 7.606 jiwa terkena dampaknya. Sebanyak 2.839 warga sempat mengungsi dari sembilan desa di empat kecamatan.

Sembilan desa tersebut meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo di Kecamatan Guntur; Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah; Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam; serta Desa Sarimulyo dan Solorire di Kecamatan Kebonagung.

Saat ini, seluruh warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, meski kondisi lingkungan masih dalam tahap pemulihan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah

News
| Kamis, 09 April 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement