Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Bripka Eko Julianto, polisi Wonogiri dan santrinya di Ponpes Manjung. /Istimewa-Polres Wonogiri.
Harianjogja.com, WONOGIRI—Petugas Polres Wonogiri Bripka Eko Julianto dikenal masyarakat sebagai polisi dai. Hal itu dikarenakan, pria kelahiran Sragen tersebut kerap kali berkeliling menjadi mubaligh dalam pengajian akbar di beberapa Wonogiri dan sekitarnya.
Dilansir dari laman resmi Polres Wonogiri, setiap menjadi pembicara dalam pengajian akbar, Bripka Eko tak pernah lepas dari seragam kepolisian.
Kegiatan berdakwah di masjid atau musala itu telah ditekuni Bripka Eko sejak 2015, di luar jam tugas dirinya sebagai polisi.
Bahkan saat ini Bripka Eko Telah mendirikan pondok pesantren (ponpes) dan telah memliki 360 santri dan satriwati. Seluruh santri yang mondok di ponpesnya itu gratis atau tidak dipungut biaya sepeserpun.
Bripka Eko yang lebih akrab disapa Abah Eko ini pernah mendampingi Gus Miftah dan Gus Idham serta penceramah kondang lainnya.
Ditemui di kediamannya di Ponpes Santri Manjung Wonogiri, Senin (13/11/2023) Bripka Eko mengaku untuk membiayai ponpesnya ia mengaku hanya mengandalkan jalur langit.
“Rejeki datang dari mana saja asal ikhlas, yang jelas kita punya jalur langit, yakin saja rezeki pasti datang asalkan kita punya niat yang tulus ikhlas,” kata dia.
Lebih lanjut Eko menyebut alasannya mendirikan ponpes dan menggratiskan biaya bagi santri adalah keinginannya melahirkan penerus dan calon pemimpin bangsa.
“Anak-anak ini adalah calon pemimpin bangsa, oleh karena itu dengan belajar ilmu agama saya berharap anak anak ini nantinya dapat menjadi pemimpin di negri ini dengan landasan iman dan takwa,” kata dia.
Ia mengaku mayoritas operasional ponpes menggunakan uang pribadi, dengan sebagian lain mengandalkan donatur.
“Karena latar belakang polisi saya tetap menyampaikan hal-hal yang berkaitan imbauan kamtibmas, terutama cinta tanah air, bagaimana supaya jangan ada paham-paham radikalisme itu bisa masuk. Intinya pada umumnya setiap materi yang disampaikan itu tetap ada penyampaian imbauan kamtibmas kepada masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.