Gempa Kumamoto Jepang Tewaskan 38 Orang, 9.200 Mengungsi
Update gempa Kumamoto Jepang, 38 orang tewas, lebih dari 9.200 warga mengungsi, ribuan rumah terdampak dan layanan dasar masih terganggu.
Sentra kuliner Ngesengan di Jalan Tentara Pelajar Kota Magelang, salah satu proyek starategis dibangun agar lebih nyaman dan tidak macet. - Harian Jogja/Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah, telah menyelesaikan tiga paket pekerjaan konstruksi strategis di penghujung tahun anggaran 2023.
Wali Kota Magelang M Nur Aziz menyebutkan ketiganya adalah pembangunan fisik rumah singgah sosial di Jalan Jenderal Sudirman, shelter kuliner kawasan Ngesengan, dan peningkatan saluran irigasi Kali Andu-Kampung Gumuk Sepiring.
Aziz dan Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur beserta jajarannya meninjau proyek untuk memastikan kelayakan dan kondisi terkini pembangunannya.
"Seluruh proyek ini untuk masyarakat. Pembangunan di 2023 ini hanya menambah pembangunan infrastruktur yang lama," kata Aziz, Kamis (30/11/2023)
Dia memaparkan proyek pertama adalah rumah singgah yang akan digunakan untuk menampung warga dengan penanganan khusus seperti orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), orang tua dan anak-anak terlantar, baik yang berasal dari Kota Magelang maupun luar kota.
Adapun rincian pagu anggaran pembangunan fisik rumah singgah adalah senilai Rp1,5 miliar yang dikerjakan oleh pemenang lelang CV Setia Mandiri.
Gedung milik Dinas Sosial Kota Magelang ini dibangun 1 lantai dengan luas 234 meter persegi yang terdiri dari ruang penampungan bagi orang terlantar dan ODGJ, ruang serba guna, ruang pengawasan, ruang laktasi dan toilet/kamar mandi.
Proyek selanjutnya adalah peningkatan saluran irigasi sekaligus akses jalan aspal setapak menuju Kampung Gumuk Sepiring. Pembangunan fisik senilai Rp1,44 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Karya Persada dan rampung 100 persen.
"Kita beri akses jalan menuju ke Kampung Gumuk Sepiring. Jalan yang sudah bisa dilewati roda 2, maksimal roda 3, sehingga akses warga lebih mudah sekarang," katanya.
Terakhir, shelter Ngesengan di Jalan Tentara Pelajar yang merupakan kawasan kuliner dengan pagu anggaran sebesar Rp5,51 miliar dan dikerjakan oleh CV Nissa Karya Persada. Pembangunan shelter 2 lantai ini mengganti shelter sebelumnya menjadi lebih layak dan nyaman.
"Kita bangun shelter Ngesengan, merupakan kawasan kuliner yang visible, lebih nyaman dibandingkan yang dulu. Juga buat mengurangi kemacetan lalu lintas, karena parkir di dalam kawasan. Adapun pedagangnya masih pedagang lama," katanya.
Ia menyatakan akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024 seluruh proyek pembangunan fisik tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Update gempa Kumamoto Jepang, 38 orang tewas, lebih dari 9.200 warga mengungsi, ribuan rumah terdampak dan layanan dasar masih terganggu.
Pameran Jejak Warna di GIK UGM menghadirkan 46 karya dari 32 seniman neurodivergen dan mendorong ruang seni yang inklusif.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Putra petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, menjadi lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.