Belanja Warga Lokal Jadi Penopang Ekonomi di Magelang

Nina Atmasari
Nina Atmasari Sabtu, 05 September 2026 10:27 WIB
Belanja Warga Lokal Jadi Penopang Ekonomi di Magelang

Direktur Utama Bank Bapas 69, Rohmad Widodo dalam bicang dengan wartawan, Jumat (4/9/2016). /Ist-Dok Prokompim Pemkab Magelang

Harianjogja.com, MAGELANG-- Meskipun situasi ekonomi nasional dan regional saat ini masih belum stabil, perekonomian di Kabupaten Magelang masih tertolong dengan upaya membelanjakan kebutuhan di lingkungan sendiri.

Direktur Utama Bank Bapas 69, Rohmad Widodo menjelaskan program “Blonjo Warung Tonggo” yang telah diluncurkan Pemerintah Kabupaten Magelang pada Mei 2026 lalu, bisa menyelamatkan UMKM karena terbukti penggunanya terus meningkat.

Program tersebut mengarahkan agar belanja masyarakat, khususnya ASN, dilakukan di warung tetangga sehingga dapat ikut menggerakkan warung dan UMKM di lingkungan sekitar. Bank Bapas 69 mendukung program ini dengan aplikasi STUPA (Sarana Transaksi Untuk Pembayaran Alternatif), yaitu aplikasi keuangan digital berbasis QRIS.

“Sampai saat ini sudah ada 1.082 penginstal QRIS. Besok 27 September akan kami launching secara besar-besaran. Jika dulu pemilik usaha yang mendaftar, sekarang dari sebaliknya, ASN yang mendaftarkan warung-warung tetangga tempatnya belanja, sehingga semakin memudahkan belanja. Dengan demikian, uang kembali berputar di lingkungan masyarakat,” jelas Rohmad Widodo, dalam bicang dengan wartawan, Jumat (4/9/2016).

Rohmad menjelaskan kondisi ekonomi nasional saat ini sedang kurang baik, ditandai dengan Non-Performing Loan (NPL) di tingkat nasional sudah mencapai 13 persen dan Jawa Tengah bahkan menembus 19 persen. Namun, Bank Bapas 69 masih di kisaran 5 persen yang masih disebutnya sesuai ketentuan.

Atas dasar itu, Bank Bapas 69 pada ulang tahun ke 57 pada 9 September nanti, mengambil tema “Tumbuh Sehat, Manfaat dan Berkelanjutan” untuk menegaskan dan memperkuat peran sebagai bank milik pemerintah daerah yang tidak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi tetap berputar di tengah masyarakat.

Kondisi ekonomi masyarakat, lanjutnya, menjadi modal penting bagi Bank Bapas 69 untuk terus beradaptasi dan menjaga kepercayaan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah mempertahankan peran bank sebagai mitra UMKM, sejalan dengan program pemerintah daerah.

Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah (Ipemi) Kabupaten Magelang, Ita Syarifah membenarkan situasi ekonomi saat ini membuat pengusaha berat untuk tumbuh. Karenanya ia berharap masyarakat Kabupaten Magelang terutama ASN bisa meningkatkan belanja di wilayah sendiri.

"Dulu banyak ASN yang belanja kain atan baju di tempat kami, tahun ini memang menurun. Jadi kami berharap adanya program belanja ini dapat meningkatkan lagi penjualan pengusaha lokal," kata pemilik usaha ecoprint tersebut.

Menyentuh Semua Lapisan

Ketua Panitia HUT Bank Bapas 69, Intan Dwi Purnomo, mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-57 tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal, tetapi juga menyentuh masyarakat melalui kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan.

Salah satu agenda utama digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Baru Pancuranmas, Kecamatan Secang, berupa jalan sehat dan Undian Tabungan dan Kredit Berhadiah 2026.

“Secang dipilih karena selama ini belum pernah menjadi lokasi pelaksanaan. Ke depan, kecamatan yang belum tersentuh, seperti Ngablak, Pakis, dan Kaliangkrik, insya Allah juga akan kami laksanakan,” kata Intan.

Berbagai kegiatan telah digelar sejak Agustus, antara lain pemberian bantuan beras kepada 32 panti asuhan dan lembaga sosial, khitanan massal, donor darah, UMKM Award, lomba menggambar dan mewarnai, hingga layar tancap yang dikemas sebagai sarana edukasi dan literasi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online