SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Ilustrasi Pasangan - Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Wakil Penghageng Sasana Wilapa Kraton Kasunanan Hadiningrat Solo, KP Dani Nur Adiningrat membantah kabar yang menyebutkan dirinya digerebek oleh warga karena kumpul kebo, di Desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (1/12/2023).
“Jadi begini, tidak benar bahwa itu penggerebekan. Tidak benar bahwa saya itu kumpul kebo. Saya ke situ karena ada kejadian saya di-waduli [dilapori] adik angkat saya, enten keluargane nggih teng mriku [Ada keluarganya di situ], datang dari Jatim [Jawa Timur],” ungkap dia.
Dani menjelaskan pihak keluarga dari adik angkatnya diingatkan oleh RT/RW setempat. Situasi itu mengingatkan dia kejadian sebelumnya ketika menitipkan mobil di rumah itu pukul 22.00 WIB. Saat itu mobil dititipkan, dan Dani ke luar kota.
“Itu mengingatkan saya ketika mobil saya titipkan di situ jam 22.00 WIB, saya di luar kota, perjalanan luar kota. Mobil saya digep. Jadi rumahnya yang kosong diketok-ketok, dikira saya di dalam. Itu sudah saya klarifikasi ke Pak Lurah,” urai dia.
Menurut Dani, persoalan tersebut sudah selesai. Walau masih ada sebagian warga yang menganggap belum selesai. Dia mengatakan masalah utama dari keributan yang terjadi adalah digunakannya jalan umum di sekitar lokasi untuk jemuran.
Ada juga lahan yang digunakan sebagai garasi kendaraan. “Diingatkan adik angkat saya sampai proses di kelurahan sampai Satpol PP di kecamatan belum dibongkar. Sudah menyatakan bersedia dua kali, tapi belum dibongkar,” kata dia.
BACA JUGA: Kumpul Kebo, Ronaldo dan Georgina Tetap Boleh Tinggal di Arab Saudi
Dani menyatakan ada bukti sertifikat hak milik (HM) terkait hal itu. Persoalan lain, menurut dia, ketika sang adik angkat menghubunginya karena diminta untuk kerja bakti di perumahan warga untuk pembuatan talud. Ternyata ada pungutan.
“Di situ tertera tiap RT dipungut Rp6 juta untuk pembangunan talut. Saat kami cek, ternyata talut itu bersumber alokasi dana desa. Saya sudah tabayun ke Pak Lurah dan Bayan, minta tanggung jawab lisan kenapa pelang tidak dipasang,” urai dia.
Setelah terjadi keributan, menurut Dani, pelang atau papan proyek pengerjaan talut itu baru dipasang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.