Banjir Rob Pati Rendam 73 Rumah dan 85 Hektare Tambak
Banjir rob di Kecamatan Tayu, Pati, merendam 73 rumah dan 85 hektare tambak. Sebanyak 127 KK terdampak akibat tanggul laut yang jebol.
Ilustrasi Pasangan - Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Wakil Penghageng Sasana Wilapa Kraton Kasunanan Hadiningrat Solo, KP Dani Nur Adiningrat membantah kabar yang menyebutkan dirinya digerebek oleh warga karena kumpul kebo, di Desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (1/12/2023).
“Jadi begini, tidak benar bahwa itu penggerebekan. Tidak benar bahwa saya itu kumpul kebo. Saya ke situ karena ada kejadian saya di-waduli [dilapori] adik angkat saya, enten keluargane nggih teng mriku [Ada keluarganya di situ], datang dari Jatim [Jawa Timur],” ungkap dia.
Dani menjelaskan pihak keluarga dari adik angkatnya diingatkan oleh RT/RW setempat. Situasi itu mengingatkan dia kejadian sebelumnya ketika menitipkan mobil di rumah itu pukul 22.00 WIB. Saat itu mobil dititipkan, dan Dani ke luar kota.
“Itu mengingatkan saya ketika mobil saya titipkan di situ jam 22.00 WIB, saya di luar kota, perjalanan luar kota. Mobil saya digep. Jadi rumahnya yang kosong diketok-ketok, dikira saya di dalam. Itu sudah saya klarifikasi ke Pak Lurah,” urai dia.
Menurut Dani, persoalan tersebut sudah selesai. Walau masih ada sebagian warga yang menganggap belum selesai. Dia mengatakan masalah utama dari keributan yang terjadi adalah digunakannya jalan umum di sekitar lokasi untuk jemuran.
Ada juga lahan yang digunakan sebagai garasi kendaraan. “Diingatkan adik angkat saya sampai proses di kelurahan sampai Satpol PP di kecamatan belum dibongkar. Sudah menyatakan bersedia dua kali, tapi belum dibongkar,” kata dia.
BACA JUGA: Kumpul Kebo, Ronaldo dan Georgina Tetap Boleh Tinggal di Arab Saudi
Dani menyatakan ada bukti sertifikat hak milik (HM) terkait hal itu. Persoalan lain, menurut dia, ketika sang adik angkat menghubunginya karena diminta untuk kerja bakti di perumahan warga untuk pembuatan talud. Ternyata ada pungutan.
“Di situ tertera tiap RT dipungut Rp6 juta untuk pembangunan talut. Saat kami cek, ternyata talut itu bersumber alokasi dana desa. Saya sudah tabayun ke Pak Lurah dan Bayan, minta tanggung jawab lisan kenapa pelang tidak dipasang,” urai dia.
Setelah terjadi keributan, menurut Dani, pelang atau papan proyek pengerjaan talut itu baru dipasang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Banjir rob di Kecamatan Tayu, Pati, merendam 73 rumah dan 85 hektare tambak. Sebanyak 127 KK terdampak akibat tanggul laut yang jebol.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.