Piala Dunia 2026, Siswa Meksiko Libur Sekolah 3 Bulan
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Ilustrasi uang rupiah - Antara
Harianjogja.com, SOLO—Penyidik Satreskrim Polresta Solo segera melakukan pelimpahan tahap II berkas perkara kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks Manajer Persis Solo, Waseso.
Pelimpahan tahap II dilakukan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) menyatakan berkas perkara kasus dugaan TPPU dinyatakan lengkap atau P-21. Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Ismanto Yuwono, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Rabu (7/2/2024).
Menurut Ismanto, Kejaksaan menyatakan berkas perkara kasus dugaan TPPU P-21 pada beberapa waktu lalu. “Kemarin kita terima P-21 dari Kejari Solo. Selanjutnya, akan dilakukan pelimpahan tahap II. Setelah penyidik berkoordinasi dengan Kejari Solo,” kata dia, Rabu (7/2/2024).
Berkas perkara kasus dugaan TPPU itu sempat berulang kali oleh jaksa peneliti dari Kejari Solo atau P-19. Jaksa mengembalikan berkas perkara lantaran belum lengkap. Penyidik kemudian melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa.
Ismanto tak memungkiri penanganan kasus dugaan TPPU itu cukup rumit. “Antara tersangka dan korban, yakni Roestina Cahyo Dewi memiliki hubungan kerja sama. Mereka memiliki rekening bank bersama. Ini yang membuat rumit proses penanganan kasusnya,” ujar dia.
Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan tak menutup kemungkinan bakal menahan Waseso setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.
Menurut Kapolresta, pelimpahan tahap II ke kejaksaan yakni penyerahan tersangka dan barang bukti. “Tidak menutup kemungkinan, tersangka akan ditahan. Karena penyerahan tersangka dan barang bukti dalam pelimpahan tahap II,” papar dia.
Sebagai informasi, Waseso pernah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pemalsuan tanda tangan pada 2017. Kala itu, Waseso terbukti telah memalsukan tanda tangan temannya yakni Roestina Cahyo Dewi untuk mencairkan dana senilai US$ 1.750.985,85 atau senilai kurang lebih Rp20 miliar.
Berdasarkan hasil audit forensik yang dilakukan auditor asal Tangerang Selatan, Banten, Waseso diduga melakukan TPPU untuk membeli 14 bidang tanah dan satu unit mobil mewah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
KPK sita kontainer suku cadang ilegal di Semarang terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sebelumnya, uang Rp5,19 miliar juga disita.