Pesta Ciu Oplosan di Solo Dibubarkan Polisi, Tiga Pria Diamankan
Polisi mengamankan tiga pria yang menggelar pesta ciu oplosan di Kampung Baru, Solo. Barang bukti disita dan pelaku diproses melalui sidang tipiring.
Petugas TPS 04 Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, memajang pikulan angkringan, Selasa (13/2/2024)./Solopos.com-istimewa
Harianjogja.com, KLATEN—Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, mendekorasi lokasi TPS mereka dengan konsep yang unik yakni dengan memajang gerobak angkringan pikulan.
Gerobak itu dipajang sebagai upaya untuk semakin menguatkan branding ikon desa di perbatasan Klaten-Gunungkidul itu sebagai cikal bakal angkringan. Pantauan Solopos.com, Selasa (13/2/2024), gerobak angkringan itu dipajang di bagian depan TPS 04.
Nantinya, gerobak tersebut digunakan sebagai tempat untuk meletakkan barang serta menyediakan air mineral bagi para pemilih yang berdatangan, Rabu (14/2/2024). Lokasi TPS berada di galeri UMKM desa yang berada di kawasan monumen angkringan.
“Kami pajang gerobak ini karena Desa Ngerangan merupakan desa cikal bakal angkringan. Adanya angkringan di seluruh Indonesia itu dari desa ini. Setiap event selalu kami tampilkan angkringan termasuk pada Pemilu ini,” kata Ketua KPPS TPS 04, Suwarna, Selasa (13/2/2024).
“Hal tersebut sebagai branding agar desa kami semakin dikenal dan semakin banyak orang tahu bahwa Ngerangan merupakan desa cikal bakal angkringan,” lanjutnya.
Warga Ngerangan secara turun temurun menggeluti usaha sebagai pedagang warung angkringan yang dikenal juga dengan nama hik. Mereka menyebar ke berbagai daerah. Beberapa warga pulang kampung ketika momen pesta demokrasi termasuk Pemilu 2024 untuk menggunakan hak suara mereka.
BACA JUGA: Pemilu 2024, KPU Tetapkan 7 TPS Khusus di Bantul
Hal itu lantaran sebagian warga yang merantau ke berbagai daerah masih tercatat sebagai warga Ngerangan. Suwarna yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ngerangan menjelaskan sekitar 50% warga yang merantau pulang kampung untuk memberikan suara mereka pada Pemilu kali ini. “Kalau jumlah pastinya kurang tahu persis. Ya sekitar 50 persen yang pulang [untuk memberikan hak suara] dari total sekitar 500 suara [warga yang boro],” kata Suwarna.
Suwarna menyebut mereka yang pulang antara lain para pedagang angkringan dari wilayah Magelang, Purwodadi, Salatiga, dan sekitarnya. Rata-rata mereka mulai pulang sejak Senin (12/2/2024). “Mulai pulang itu sejak kemarin terutama tadi malam. Tidak berombongan. Pulang berboncengan sepeda motor,” jelas Suwarna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Polisi mengamankan tiga pria yang menggelar pesta ciu oplosan di Kampung Baru, Solo. Barang bukti disita dan pelaku diproses melalui sidang tipiring.
Wali Kota Solo Respati Ardi dilaporkan ke Kejari terkait baliho ultah Jokowi. Ia hormati proses hukum dan siap mengikuti aturan.
KPK dalami pengakuan Menhut soal amplop dari Bupati Kuansing. Diduga terkait izin kawasan hutan dan gratifikasi.
Teh hijau usai makan malam bantu turunkan kolesterol LDL. Kaya katekin dan antioksidan, tapi bukan solusi instan.
Bantul dapat kuota 90 siswa Sekolah Rakyat 2026. Prioritas anak miskin ekstrem, proses masih menunggu SK Gubernur.
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.