Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Petugas TPS 04 Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, memajang pikulan angkringan, Selasa (13/2/2024)./Solopos.com-istimewa
Harianjogja.com, KLATEN—Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, mendekorasi lokasi TPS mereka dengan konsep yang unik yakni dengan memajang gerobak angkringan pikulan.
Gerobak itu dipajang sebagai upaya untuk semakin menguatkan branding ikon desa di perbatasan Klaten-Gunungkidul itu sebagai cikal bakal angkringan. Pantauan Solopos.com, Selasa (13/2/2024), gerobak angkringan itu dipajang di bagian depan TPS 04.
Nantinya, gerobak tersebut digunakan sebagai tempat untuk meletakkan barang serta menyediakan air mineral bagi para pemilih yang berdatangan, Rabu (14/2/2024). Lokasi TPS berada di galeri UMKM desa yang berada di kawasan monumen angkringan.
“Kami pajang gerobak ini karena Desa Ngerangan merupakan desa cikal bakal angkringan. Adanya angkringan di seluruh Indonesia itu dari desa ini. Setiap event selalu kami tampilkan angkringan termasuk pada Pemilu ini,” kata Ketua KPPS TPS 04, Suwarna, Selasa (13/2/2024).
“Hal tersebut sebagai branding agar desa kami semakin dikenal dan semakin banyak orang tahu bahwa Ngerangan merupakan desa cikal bakal angkringan,” lanjutnya.
Warga Ngerangan secara turun temurun menggeluti usaha sebagai pedagang warung angkringan yang dikenal juga dengan nama hik. Mereka menyebar ke berbagai daerah. Beberapa warga pulang kampung ketika momen pesta demokrasi termasuk Pemilu 2024 untuk menggunakan hak suara mereka.
BACA JUGA: Pemilu 2024, KPU Tetapkan 7 TPS Khusus di Bantul
Hal itu lantaran sebagian warga yang merantau ke berbagai daerah masih tercatat sebagai warga Ngerangan. Suwarna yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ngerangan menjelaskan sekitar 50% warga yang merantau pulang kampung untuk memberikan suara mereka pada Pemilu kali ini. “Kalau jumlah pastinya kurang tahu persis. Ya sekitar 50 persen yang pulang [untuk memberikan hak suara] dari total sekitar 500 suara [warga yang boro],” kata Suwarna.
Suwarna menyebut mereka yang pulang antara lain para pedagang angkringan dari wilayah Magelang, Purwodadi, Salatiga, dan sekitarnya. Rata-rata mereka mulai pulang sejak Senin (12/2/2024). “Mulai pulang itu sejak kemarin terutama tadi malam. Tidak berombongan. Pulang berboncengan sepeda motor,” jelas Suwarna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.