Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Personel Polsek Ceper mendatangi lokasi yang disebut dalam video viral tawuran di depan Subterminal Penggung, Ceper, Klaten, Minggu (3/3/2024)./Solopos.com-Istimewa
Harianjogja.com, KLATEN—Video aksi tawuran yang disebut terjadi di ruas jalan raya Solo-Jogja wilayah Ceper, Klaten, beredar viral di media sosial, Minggu (3/3/2024). Dalam video itu disebutkan bahwa tawuran terjadi di depan Subterminal Penggung, Kecamatan Ceper.
Aparat Polres Klaten menyelidiki tidak hanya satu melainkan dua video viral bernarasi aksi tawuran di dua lokasi wilayah Klaten yang beredar di media sosial, Minggu (3/3/2024).
Video pertama yakni aksi diduga tawuran yang disebut terjadi di ruas jalan raya Solo-Jogja. Dalam keterangan video itu disebutkan tawuran terjadi di depan Subterminal Penggung, Kecamatan Ceper, Klaten.
Dalam video tersebut terlihat sekelompok remaja berkerumun di Jalan Solo-Jogja, tepatnya di depan Subterminal Penggung. Ada dua sepeda motor tergeletak di jalan. Dalam video itu terlihat satu orang ditendang kemudian dikeroyok.
Dalam keributan itu terlihat satu unit mobil sempat terjebak dan kemudian bisa melanjutkan perjalanan. “Telah terjadi tawuran di depan Sub Terminal Penggung Ceper Klaten Jawa Tengah Minggu 03 Maret 2024 Pukul 14.00 Wib,” tulis keterangan unggahan video seperti yang dikutip dari akun X (sebelumnya Twitter) @merapi_uncover.
Video lainnya yang juga viral terkait dengan tawuran di Klaten, tepatnya di wilayah Kecamatan Tulung. Video tersebut beredar di beberapa grup Facebook pada Minggu. Di grup Facebook Info Seputar Klaten ada unggahan video yang menarasikan tawuran berlokasi di Tulung.
Video itu tak terlalu jelas menampilkan peristiwa yang terjadi. Berbeda dengan suasana dalam video yang menarasikan tawuran di depan Subterminal Penggung, suasana saat video direkam sudah petang. “Klaten malam ini hati dulur2 tawuran,” tulis narasi unggahan video yang menyebutkan kejadian di Tulung tersebut.
BACA JUGA: Dua Geng Pelajar Tawuran di Ring Road Selatan Bantul
Kanit 1 Satreskrim Polres Klaten, Ipda Febryanti Mulyadi mengaku menindaklanjuti dua video viral tersebut. “Kami masih menyelidiki dan mencari gerombolan itu. Kalau misalkan ada indikasi tindak pidana, akan kami amankan segera,” kata Febry saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Senin (4/3/2024).
Febry menjelaskan Polres masih menelusuri asal gerombolan tersebut. Dia juga mengatakan hingga Senin siang belum ada laporan soal adanya korban maupun kerusakan akibat peristiwa itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Bayern Muenchen juara Telekom Cup setelah menang 3-1 atas Leipzig. Jamal Musiala sempat pingsan setelah mencetak gol.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.