Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Foto ilustrasi korban. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pria berinisial W, 47, warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten meninggal dunia usai duel dengan T, 35, warga Desa Jetis, di area persawahan desa tersebut Selasa (19/3/2024) siang. Korban meninggal dunia setelah terkena pukulan bagian rahang bawah hingga tak sadarkan diri.
Kasi Humas Polres Klaten, AKP Abdillah, mengatakan peristiwa itu bermula pada Selasa (19/3/2024) sekitar pukul 12.00 WIB ketika T didatangi S yang juga adik korban. Saat itu, S mengatakan kepada T untuk tidak angon bebek di area persawahan tersebut. Tak hanya itu, tiba-tiba S memukul T, akan tetapi pukulan itu bisa dibalas oleh T hingga kemudian S lari dan menjemput kakaknya berinisial W yang tak lain adalah korban.
BACA JUGA : Berkelahi di Dekat Pasar Potorono, 7 Pelajar Kota Jogja Ditangkap Polisi
"S bersama W kembali menemui T di area persawahan tempat mereka angon bebek di Desa Jetis, Klaten Selatan, hingga terjadi duel yang kemudian berujung maut. W mengangkat kursi dan memukulkan kursi itu ke arah T tetapi T berhasil menangkis serangan itu," katanya, Rabu (20/3/2024).
Kemudian T ganti memukul korban W hinga mengenai rahang bawah hingga tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia. Atas kejadian tersebut kemudian S melaporkan kejadian ke Polsek Klaten.
Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Yulianus Dica Ariseno Adi, mengatakan T saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Kasatreskrim juga menjelaskan berdasarkan keterangan saksi serta tersangka, awalnya adik korban berkelahi dengan tersangka.
Selepas berkelahi, adik korban berinisial S itu kemudian pulang dan datang lagi bersama kakaknya hingga terjadi perkelahian atau duel berujung maut di area persawahan Desa Jetis, Klaten Selatan, yang membuat korban terkapar.
“Dari pengakuan tersangka, dia memukul menggunakan tangan kosong,” kata Kasatreskrim.
Disinggung penyebab W meninggal dunia, Kasatreskrim belum bisa memberikan keterangan. Polisi masih menunggu hasil autopsi jasad W.
Sedangkan mengenai pemicu perkelahian itu terjadi, Kasatreskrim membenarkan awalnya dari rebutan lokasi sawah untuk angon bebek. Perkelahian itu diduga menjadi puncak dari persoalan rebutan lahan angon bebek yang sudah berlangsung beberapa waktu sebelumnya.
BACA JUGA : Miris, Pria Ini Meninggal Dunia Setelah Berkelahi dengan Adik Ipar karena Urusan Jendela
Kasus itu hingga kini masih terus didalami Polres Klaten. Diberitakan sebelumnya, salah satu seorang warga sekitar lokasi kejadian, Anggun, juga mengatakan setahunya pelaku dan adik korban merupakan peternak bebek. “Setahu saya, T dan S itu sama-sama peternak bebek yang biasa angon di sawah,” kata Anggun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.