OPINI: Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Transformasi digital memperkuat layanan kebidanan melalui telehealth, rekam medis elektronik, dan edukasi digital untuk ibu dan anak.
Ilustrasi Pasangan./Reuters
Harianjogja.com, WONOGIRI—Seorang guru salah satu SMP di Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah berinisial OT, digerebek warga sedang berduaan dengan seorang siswi di rumah kontrakannya di Kecamatan Slogohimo, Minggu (31/3/2024). Warga menduga OT sudah acap membawa siswinya ke rumah kontrakan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Sriyanto mengaku baru mendapatkan laporan tersebut pada Selasa (2/4/2024). Dia membenarkan guru laki-laki itu memang mengajar di salah satu SMP di Jatipurno.
Berdasarkan informasi awal yang ia terima, penggerebekan itu lantaran OT kedapatan berduaan dengan salah satu siswinya di rumah yang ia sewa di Kecamatan Slogohimo. ”Mungkin warga sudah melakukan pengamatan lama, kemudian kemarin dia digerebek,” kata Sriyanto, Rabu (3/4/2024).
Untuk itu, Disdikbud sudah mengklarifikasi guru yang bersangkutan dan meminta keterangan kepala sekolah tempatnya bekerja.
Untuk sementara, OT dibebastugaskan dari mengajar dan ditarik ke Disdikbud Wonogiri untuk mendapat pembinaan.
OT yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu diketahui tengah pisah ranjang dengan istri dan saat ini tengah mengurus proses perceraian. ”Kami masih melakukan pendalaman. Tadi rencananya mau ke tempatnya [siswi], tetapi ditunda karena sudah terlalu siang. Mungkin besok kami akan ke sana untuk pendalaman,” ujar dia.
Dia menyampaikan setelah kejadian itu, siswi yang bersangkutan tidak masuk sekolah. Oleh karena itulah, Disdikbud akan melakukan pendekatan persuasif agar anak tersebut tetap bersekolah.
BACA JUGA: Kepergok Mesum di Ruang Guru, Dua Guru di Gunungkidul Dipecat
Sriyanto menerangkan Disdikbud Wonogiri sebenarnya sudah berupaya mencegah kejadian-kejadian semacam itu.
Dia meminta agar kepala sekolah mewanti-wanti kepada guru agar bersikap baik dan tidak melanggar peraturan, apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan yang merugikan muridnya.
Ihwal sanksi yang akan diberikan kepada OT, Sriyanto menyebut hal itu akan diserahkan kepada pihak terkait.
Camat Jatipurno, Mawan Tri Hananto, mengaku belum menerima laporan terkait dengan penggerebekan guru yang berduaan siswinya tersebut. Akan tetapi dia mengatakan akan menggali informasi tersebut guna mengetahui kebenarannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB P3A) Wonogiri, Mubarok mengaku baru saja menerima laporan penggerebekan guru SMP di Jatipurno itu.
Saat ini ia tengah mengumpulkan informasi untuk menyusun langkah yang akan diambil terkait masalah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Transformasi digital memperkuat layanan kebidanan melalui telehealth, rekam medis elektronik, dan edukasi digital untuk ibu dan anak.
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Bulog menarik Minyakita produksi PT KMR yang diduga berbau solar di tiga daerah Jateng dan memastikan seluruh produk diganti.
Kemenko PMK mengkaji isu 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP dan menelusuri dugaan penyebab, termasuk faktor UKT serta kondisi ekonomi.
Laba bersih BEI mencapai Rp1,07 triliun pada 2025, naik 59,4% dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia.
Kecelakaan JJLS Gunungkidul terjadi di Saptosari. Mobil sedan terperosok ke lahan sedalam dua meter, sopir dan penumpang hanya mengalami luka ringan.