Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SRAGEN— M. Tukimin, 58, warga Dukuh Buduran RT 018, Desa Peleman, Gemolong, Sragen meninggal dunia diduga karena kesetrum saat memegang tiang lampu jalan Dukuh Ngroto RT 001, Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Sragen, Kamis (23/4/2024).
Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam melalui Kasi Humas Polres Sragen Iptu Suyana kepada wartawan, Jumat (24/5/2024), mengungkapkan korban tersetrum itu diketahui bernama M. Tukimin, 58, warga Dukuh Buduran RT 018, Desa Peleman, Gemolong, Sragen. Dia mengatakan korban tersebut merupakan pekerja di peternakan bebek di Dukuh Ngroto.
“Awalnya korban membersihkan rumput dan semak-semak di pinggir jalan sebelah timur kandang. Saat itu ada warga yang melintas di jalan dan melihat korban memangkas rumput dengan sabit dan salah satu tanggannya memegang tiang lampu penerangan jalan yang terbuat dari besi. Saat itu lampu terlihat masih menyala. Korban terlihat duduk dengan posisi lemas tidak sadar dan tangan kanan masih memegang tiang lampu,” ujarnya.
Suyana melanjutkan warga itu mencoba melepaskan tangan korban yang memegang tiang lampu dengan sebatang bambu tetapi tidak berhasil. Kemudian ada warga lainnya langsung berlari ke arah kandang yang berjarak 10 meter untuk mematikan lampu. Setelah lampu dimatikan, warga menolong korban dan membawanya ke RSUD dr. Soeratno Gemolong.
“Saat dilakukan pemeriksaan medis di RSUD ternyata korban sudah meninggal dunia. Atas kejadian itu, warga memberitahu ke Polsek Gemolong,” ujarnya.
Suyana menerangkan polisi langsung menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan olah kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sragen dan Puskesmas Gemolong. Dari olah perkara, kata dia, polisi menemukan barang bukti berupa sabit, sepasang sepatu PDL, sebuah topi rimba warna hitam, kabel listrik sepanjang 10 meter dengan bagian ujung terkelupas.
“Hasil pemeriksaan medis ditemukan luka bakar pada kaki kanan dan punggung telapak tangan kanan korban. Petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal di RSUD. Saat petugas ke lokasi, tiang lampu itu terbuat dari besi dan masih ada arus listrik dari kabel yang terkelupas. Kabel terkelupas itu diduga akibat gesekan kabel dan tiang besi,” jelasnya.
Suyana menyampaikan pihak keluarga menerima musibah itu dengan membuat surat pernyataan yang berisi menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban, kata dia, diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.