Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Karyawan Sritex bekerja sambil mengenakan pita hitam./Istimewa
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Tbk yang berlokasi di Sukoharjo mengenakan pita hitam saat beraktivitas di pabrik, Sabtu (26/10/2024). Mereka menggaungkan semangat positif untuk bersatu padu demi masa depan dan kelangsungan hidup keluarga.
Video ribuan karyawan PT Sritex memakai pita hitam di lengan dibagikan akun Instagram halo.sritex. Di video itu, tampak para karyawan tengah berjalan kaki hendak bekerja pada pagi hari. Mereka memakai seragam biru yang menjadi ciri khas PT Sritex.
Di lengan para pekerja, tampak pita hitam bertuliskan Selamatkan SRITEX". Meski dinyatakan pailit oleh PN Niaga Semarang, para pekerja tetap beraktivitas normal.
Mereka justru lebih bersemangat dan motivasi tinggi untuk bersama-sama mempertahankan eksistensi PT Sritex sebagai raksasa tekstil di Asia Tenggara.
Manager HRD dan Human Capital Sritex Group Sri Saptono Basuki mengatakan pita hitam yang dipakai ribuan karyawan PT Sritex merupakan simbol kebangkitan. Karyawan sebagai aset terbesar perusahaan akan bersama-sama untuk berjuang demi kelangsungan hidup keluarga di rumah. "Pita hitam yang dipakai di lengan bukan simbol kesedihan melainkan simbol kebangkitan. PT Sritex adalah sawah ladang belasan ribu karyawan dan keluarga. Mari berjuang bersama-sama menuju kondisi yang lebih baik," kata dia, Sabtu.
Basuki, sapaan akrabnya, mengatakan Sritex adalah rumah bagi ratusan ribu jiwa yang menggantungkan hidup dari produksi tekstil.
Mereka memiliki harapan besar agar perusahaan yang telah berumur lebih dari 50 tahun terus beroperasi.
Asa para pekerja juga menjadi harapan bagi istri dan anaknya di rumah. "Kami berharap PT Sritex kembali berjaya menghidupi ribuan karyawan dan memberikan kontribusi perekonomian daerah dan masyarakat. #Saveoursritex," kata dia.
BACA JUGA: Begini Gambaran Bisnis Sritex Setelah Dinyatakan Pailit
Sebelumnya, General Manager HRD Sritex Group Haryo Ngadiyono memastikan perusahaan masih berjalan normal dan para pekerja juga masih aktif bekerja setiap hari meski PT Sritex dinyatakan pailit oleh PN Niaga Semarang.
Haryo mengaku para karyawan sempat resah setelah mendengar kabar soal putusan PN Niaga Semarang. Manajemen perusahaan lantas mengumpulkan para karyawan untuk meredam kecemasan mereka.
Kala itu, manajemen perusahaan menegaskan para karyawan tak perlu khawatir karena perusahaan masih berjalan normal. "Namun, sebenarnya perusahaan masih berjalan normal. Mesin produksi masih menyala dan pekerja masih beraktivitas di pabrik. Mereka kerja tiga sif setiap hari," ujar dia.
Lebih jauh, Haryo mengatakan ada perusahaan dengan emiten SRIL dan tiga anak perusahaan yang menjadi termohon dalam gugatan di PN Niaga Semarang, yakni PT Sritex Tbk, PT Sinar Pantja Djaja di Semarang dan PT Bitratex Industries serta PT Primayudha Mandirijaya di Kabupaten Boyolali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Tragedi kapal PMI ilegal di Malaysia tewaskan 7 WNI. DPR desak bongkar mafia pengiriman tenaga kerja ilegal hingga ke akar.
DPR minta pemerintah lindungi industri rokok dari tekanan regulasi dan rokok ilegal. Sektor ini serap jutaan tenaga kerja dan sumbang besar ke negara.
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.
Katedral Jakarta gelar 4 misa Kenaikan Yesus 2026, 2.300 umat hadir. Polisi amankan 860 gereja selama libur panjang.
Xi Jinping dan Donald Trump sepakat bangun hubungan baru China-AS, tapi isu Taiwan jadi ancaman serius konflik global.