Seorang Pria Meninggal Dunia Tenggelam saat Menjaring Ikan di Sungai Serang Boyolali

Nimatul Faizah
Nimatul Faizah Rabu, 29 Januari 2025 14:47 WIB
Seorang Pria Meninggal Dunia Tenggelam saat Menjaring Ikan di Sungai Serang Boyolali

Tenggelam - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja, BOYOLALI-Ali Toha, pria 52 tahun, asal  Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, ditemukan meninggal dunia di Sungai Serang Braholo, Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali pada Rabu (29/1/2025). Ali Toha merupakan korban tenggelam di sungai tersebut saat menjaring ikan pada Selasa (28/1/2025).

Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Boyolali, Rima Kusuma, menyampaikan pada Rabu pukul 07.10 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

"Pada pukul 07.10 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di bawah jembatan Klewor yang berjarak 20 meter dari titik tenggelam. Korban dievakuasi untuk dilakukan autopsi di RSUD Waras Wiris Andong," kata dia kepada wartawan, Rabu.

Diketahui sebelumnya, seorang pria warga Kabupaten Grobogan yang menjaring ikan di Sungai Serang Braholo, Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dilaporkan tenggelam pada Selasa. Rima mengungkap sekitar pukul 12.00 WIB, korban diketahui menjaring ikan di sisi Sungai Serang.

BACA JUGA: Korban Keempat Tenggelam di Pantai Drini Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

Kemudian, salah seorang warga melihat korban mencoba meraih plastik yang hanyut. Namun, karena kondisi arus sungai yang deras, korban terbawa arus dan tidak terlihat lagi.

Seorang warga lain yang juga memancing di sekitar lokasi melihat ada seorang yang hanyut dari arah hulu sungai. Korban sempat meminta tolong saksi akan tetapi karena arus terlalu deras dan jauh dari pinggir kali, warga tersebut tidak bisa menggapai korban.

Lalu, warga pun melaporkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tim SAR sedang melakukan pencarian pria tersebut.

Tim SAR juga membentuk posko induk di Balai Desa Genengsari dan melakukan penyusuran sungai dengan perahu sejauh kurang lebih 2,5 kilometer.
“Rencana operasi SAR akan dibuka kembali besok 29 Januari 2025 dan selama tujuh hari. Besok juga akan dilakukan penyisiran dengan perahu mulai pukul 07.00 WIB. Ada sekitar kurang lebih 65 personel terlibat dalam pencarian,” kata dia, Selasa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online