Siap Hadapi Arus Lebaran, 33 Ruas Jalan di Kabupaten Magelang Ditambal

Nina Atmasari
Nina Atmasari Rabu, 26 Maret 2025 20:47 WIB
Siap Hadapi Arus Lebaran, 33 Ruas Jalan di Kabupaten Magelang Ditambal

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, MAGELANG—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang telah menyelesaikan proses perbaikan 33 ruas jalan yang rusak di wilayah Kabupaten Magelang.

Kepala DPUPR Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengatakan penambalan lubang-lubang pada jalan sepanjang 185,6 Km itu selesai sesuai target yaitu pada Senin (24/03) atau H-7 Lebaran 2025. 

"Sekarang, dengan kondisi jalan yang telah diperbaiki bisa untuk menampung arus mudik dengan lancar,"  kata David, Rabu (26/3/2025).

Perbaikan jalan ini dikebut oleh oleh petugas. Bahkan di hari Sabtu dan Minggu tidak libur petugasnya serung tetap bekerja.

Pekerjaan penambalan ini dilakukan dengan sistem tambal sulam. Ruas jalan yang diutamakan adalah jalan protokol, jalur alternatif dan ruas jalan penghubung antar kecamatan yang ada di pedesaan. Penambalan lubang juga didahulukan pada ruas jalan utama atau jalur alternatif yang memiliki kepadatan tinggi arus kendaraan.

Kepala Bidang Bina Marga Priyo Suwarso menambahkan Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, DPUPR menurunkan 4-5 regu setiap hari. Perbaikan jalan kabupaten ini dibiayai dengan dana yang berasal dari Pos Pemeliharaan Rutin APBD 2025 

"Ada 4 ruas yang digarap pada hari terakhir, yaitu, ruas Pirikan-Pucungsari, Kecamatan Secang, Klopo-Japan (Tegalrejo), Krogowanan (Sawangan) dan Ngawen-Sriwedari (Muntilan)," katanya.

Nol Jalan berlubang

Pada kesempatan terpisah, Bupati Magelang Grengseng Pamuji memastikan bahwa di Kabupaten Magelang sudah tidak ada lubang di jalan kabupaten yang ada di wilayah ini, menjelang arus Lebaran 1446 H.

"Jadi dipastikan sudah nol lubang di Kabupaten Magelang. DPUPR sudah sanggup [menambal lubang di jalan] sampai tanggal 24 Maret dan selebihnya tidak ada sisa lagi," tegas Grengseng Pamuji, pada Kamis (20/3/2025).

Menurut Grengseng, perbaikan jalan ini khusus untuk jalan yang rusak, bukan pelebaran atau peningkatan jalan.

"Ini berbeda kalau permohonannya pelebaran atau peningkatan jalan. Ini menjelang beberapa hari jelang lebaran ini, [jalan rusak] kita tutup dulu," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online