KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
SPBU Trucuk Klaten ditutup sementara setelah sejumlah kendaraan mogok seusai mengisi Pertalite di SPBU tersebut, Selasa (8/4/2025). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN – PT Pertamina (Persero) angkat bicara soal penjualan Pertalite berisi air di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Trucuk di Kabupaten Klaten. Pertamina menyatakan menggelar investigasi bersama Polres Klaten terkait hal itu.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan kejadian tersebut dilaporkan terjadi di SPBU 4457429 Trucuk Klaten pada Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 01.33 WIB.
BACA JUGA: Soal Pertalite Tercampur Air Dijual di SPBU Trucuk Klaten, Bahlil: Akan Kami Cek!
Dia menambahkan konsumen yang mengalami kejadian tersebut di antaranya empat pengendara mobil dan delapan pengendara sepeda motor. Mereka melaporkan kejadian serupa ke SPBU tersebut.
“Pihak SPBU langsung bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada setiap konsumen dengan memberikan biaya perbaikan dan mengisi ulang BBM pada setiap kendaraan,” kata Taufiq dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Selasa (8/4/2025)
Dia menjelaskan pengecekan terakhir di SPBU Trucuk dilakukan pada Senin, 7 April 2025 pukul 08.04 WIB pagi dan didapati hasil yang aman sesuai standar kualitas spesifikasi setiap produk BBM.
Taufiq menambahkan untuk sementara penyaluran BBM di SPBU Trucuk dihentikan untuk dilakukan pembersihan secara menyeluruh.
Pertamina, lanjutnya, juga berkoordinasi dengan Polres Klaten untuk melakukan investigasi dan pengecekan produk hingga nanti dinyatakan aman untuk disalurkan kembali.
“Pertamina Patra Niaga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan produk yang berkualitas kepada konsumen dan masyarakat, salah satunya dengan melakukan pengecekan secara rutin setiap hari pada setiap SPBU," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, beredar kabar di media sosial terkait temuan kandungan air pada produk Pertalite setelah mengisi BBM di salah satu SPBU di Klaten, Selasa. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi itu.
Pada Selasa pagi, polisi memasang garis polisi pada dispenser pengisian BBM terutama pertalite di SPBU Trucuk. Peristiwa itu masih dalam penyelidikan Polisi.
Sementara itu, perwakilan pengelola SPBU Trucuk, Galih, menyatakan bertanggung jawab memberikan ganti rugi kendaraan yang mengalami kerusakan setelah mengisi BBM jenis pertalite di SPBU Trucuk.
Pengelola memastikan sebelumnya tidak ada masalah dalam pengisian BBM terutama jenis pertalite di SPBU yang berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten, itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Trem listrik Bandara-Canggu ditargetkan mulai dibangun Maret 2027. Simak rute, kapasitas, waktu tempuh, dan jadwal operasinya.
Daftar 10 SUV irit BBM di Indonesia, lengkap dengan spesifikasi, konsumsi bahan bakar, dan estimasi harga masing-masing.
Rumah Angelina Jolie di Los Angeles terjual US$24,75 juta setelah ditawarkan hampir US$30 juta. Properti ini pernah dimiliki Cecil B. DeMille.
AFC Nations League disiapkan AFC. Simak proyeksi divisi Timnas Indonesia berdasarkan ranking FIFA dan status format kompetisi.
Helm yang terkena hujan jangan langsung disimpan. Simak 3 cara merawat helm agar tidak bau apek, tetap nyaman, dan awet digunakan.