Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo, di Mapolresta Solo pada Sabtu (17/5/2025). (Solopos/Ahmad Kurnia Sidik)
Harianjogja.com, SOLO -- Polresta Solo dan Polda Jawa Tengah melakukan investigasi bersama untuk mengusut kasus dugaan penipuan investasi bernilai miliaran rupiah yang dilakukan Koperasi Bahana Lintas Nusantara atau BLN.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo, saat diwawancarai Espos melalui telepon pada Senin (9/6/2025). Ia menyampaikan kasus ini terus dipelajari oleh Satreskrim baik berdasarkan keterangan korban, saksi-saksi, dan sejumlah dokumen yang ada.
Selain itu, Satreskrim Polresta Solo juga akan melakukan investigasi bersama sejumlah Polres di Jawa Tengah mengingat belakangan ini semakin banyak korban yang melapor dari beberapa wilayah di Jateng dengan nilai kerugian cukup fantastis.
“Perkara ini memang terus diasistensi. Setidaknya hingga saat ini sudah dua kali asistensi oleh Direktorat Krimsus [Kriminal Khusus] Polda Jateng untuk memaksimalkan pemeriksaan. Karena sasarannya satu [Koperasi BLN] nanti akan ada joint investigation dari beberapa Polres,” kata AKP Prastiyo mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo.
BACA JUGA: Rugi Rp1,6 Miliar, Korban Koperasi BLN Lapor Polresta Solo
Lebih lanjut, AKP Prastiyo mengatakan saat ini setidaknya ada tiga Polres yang akan terlibat joint investigation yakni Polresta Solo, Polres Boyolali, dan Polresta Salatiga. Ketiga Polres tersebut, lanjut dia, juga telah terdaftar dalam asistensi oleh Ditreskrimsus Polda Jateng.
Prastiyo juga mengimbau masyarakat yang menjadi korban dugaan penipuan investasi Koperasi BLN untuk melaporkan ke Polres terdekat. “Kami akan maksimalkan pemeriksaan perkara tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, 23 orang melapor ke Mapolresta Solo karena menjadi korban dugaan penipuan Koperasi BLN, Rabu (4/6/2025). Puluhan orang tersebut berasal dari berbagai daerah di antaranya Solo, Boyolali, Klaten, dan Semarang. Mereka tertipu dengan nilai bervariasi mulai Rp60 juta hingga Rp200 juta per orang. Adapun totalnya mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
Sehari kemudian, pada Kamis (5/6/2025), setidaknya 15 orang juga membuat laporan yang sama. Total kerugian dari 15 orang tersebut mencapai Rp5 miliar dengan rata-rata per orang ada yang mencapai Rp400 jutaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.