Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SRAGEN—Seorang bocah yang masih duduk di kelas VI sekolah dasar (SD) di Jenar, Sragen, diketahui hamil tujuh bulan saat periksa di puskesmas. Setelah diusut diduga bapak tirinya yang menghamili anak berusia 14 tahun tersebut.
Anehnya ibu korban mengetahui bahwa anak sulungnya tersebut hamil dengan suaminya. Bocah hamil itu merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Peristiwa tersebut membuat warga sekitar rumahnya kesal sampai warga tidak menerima satu keluarga tinggal di lingkungannya. Satu keluarga itu sementara tinggal di sebuah ruang kosong di balai desa setempat.
BACA JUGA: Anggota DPRD Solo Peroleh Banyak Titipan Agar Anak Bisa Diterima di SPMB 2025
Peristiwa itu diungkapkan Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Jenar, Sragen, Suwanto, saat dihubungi Espos.id, Rabu (18/6/2025). Suwanto menjelaskan perkara itu sudah dilaporkan ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen dan Polres Sragen.
"Awalnya saya dihubungi kepala puskesmas bahwa ada pemeriksaan kehamilan seorang anak di bawah umur, yakni masih berumur 14 tahun. Ketika ditanya kenapa hamil, korban mengakunya dari teman di Tiktok. Kemudian saya menelusuri informasi itu dan akhirnya mengetahui lokasi rumahnya," katas Suwanto.
Ia mengajak tokoh masyarakat setempat ke rumah bocah SD yang hamil di Jenar Sragen tetapi kosong karena dia bersama keluarganya pergi ke wilayah Grobogan. Korban merupakan anak sulung dari empat bersaudara, si bungsu masih berumur empat tahun, yang nomor dua duduk di kelas II SD, dan yang ketiga masih taman kanak-kanak. Satu keluarga ini kemudian dijemput tokoh masyarakat dan dikembalikan ke rumahnya.
"Saat kembali ke rumahnya itu ternyata ditolak oleh warga sekitar. Sampai ibu korban bilang ke tokoh masyarakat kalau punya saudara di wilayah Kecamatan Tangen. Akhirnya malam itu satu keluarga tidur di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Tangen. Kemudian pada keesokan harinya, saya datang ke wilayah Tangen. Baru 30 menit, tokoh masyarakat, RT, dan perangkat desa datang yang intinya juga menolak satu keluarga itu " ujarnya.
Akhirnya para tokoh masyarakat menyerahkan satu keluarga itu ke kepala desa setempat. Untuk sementara, satu keluarga itu tinggal di ruang kosong yang ada balai desa setempat sampai sekarang. Dia memperkirakan korban dan keluarganya, termasuk bapak tirinya tinggal di balai desa itu selama 10 hari.
"Mereka tinggal di balai desa karena ditolak warga. Kehamilan korban Itu diakui oleh bapak tiri korban karena suka sama suka. Bahkan ibu korban juga ikhlas tinggal satu rumah. Pada Senin pekan lalu, satu keluarga dibawa ke Polres diantar DP2KBP3A. Saya ikut mendampingi. Informasi terakhir satu keluarga dipulangkan kembali. Bapak tirinya diketahui berinisial AS, 38," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.