Relokasi Pabrik Otomotif ke Vietnam, 5.000 Buruh Khawatir PHK
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Petugas BPBD Sragen mengevakuasi pohon tumbang yang melintang di Jl. Raya Sukowati Sragen Kulon, Sragen, Selasa (19/8/2025). (Istimewa/BPBD Sragen)
Harianjogja.com, SRAGEN—Sejumlah pohon dilaporkan tumbang setelah angin kencang melanda Kabupaten Sragen, Selasa (19/8/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mencatat setidaknya lima batang pohon tumbang, bahkan satu batang pohon menimpa bangunan rumah akibat bencana itu. BPBD Sragen mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dengan cuaca ekstrem dan bahaya bencana hidrometeorologi.
BACA JUGA: Dampak Angin Kencang di Sleman, Puluhan Rumah dan Tiga Sekolah Rusak
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro mengungkapkan lima pohon tumbang itu terjadi di Jalan Sragen Kulon, Sragen; Jl. Setia Budi Mageru, Sragen Tengah; Jl. R.A. Kartini, Plumbungan, Karangmalang; Dukuh Bugel, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen; dan Bangunsari, Sragen Kulon, Sragen.
Dia menerangkan pohon tumbang itu terjadi karena hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang pada pukul 12.15 WIB. Dia menyampaikan angin kencang itu mengakibatkan satu rumah rusak ringan karena tertimpa pohon.
“Rumah warga yang rusak ringan itu berada di Kampung Bangunsari RT 001/RW 014, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen. Sebuah pohon cemara berdiameter 15 cm tumbang dan menimpa atap rumah warga. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp500.000. Sedangkan untuk pohon tumbang lainnya mengakibatkan akses jalan terganggu,” jelasnya.
Dia menjelaskan begitu ada laporan pohon tumbang, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sragen langsung melakukan kajian cepat dengan assement dan berkoordinasi dengan relawan penanggulangan bencana melakukan evakuasi pohon tumbang.
Dia menjelaskan lokasi yang terdampak terdiri atas empat desa/kelurahan di Kecamatan Sragen Kota, Karangmalang, dan Ngrampal. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk antisipasi bahaya hidrometeorologi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang kemungkinan akan terjadi. Warga juga diharapkan lebih waspada dalam kesiapsiagaan dengan dampak angin kencang,” ujarnya.
Penanganan pohon tumbang itu melibatkan 17 personel yang berasal dari unsur BPBD Sragen, TNI, Polri, perangkat desa/kelurahan, relawan Ganefo, Tagana Sragen, relawan Independen, SAR Himalawu, SAR PSHT Karangmalang, dan relawan penanggulangan bencana se-Kabupaten Sragen, serta warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.