Kecelakaan Maut di Boyolali, Motor Disambar Truk LPG di Lampu Merah
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Petugas SPPG Bulusulur, Wonogiri, menyiapkan menu makan bergizi gratis untuk didistribusikan ke ribuan anak sekolah di Desa Bulusulur dan Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Selasa (26/8/2025). (Solopos/Muhammad Diky Praditia)
Harianjogja.com, WONOGIRI — Program Makan Bergizi Gratis atau MBG disebut bakal menyerap ribuan tenaga kerja di Kabupaten Wonogiri. Potensi penyerapan tenaga kerja itu dilihat dari kebutuhan sumber daya manusia di setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang mencapai puluhan orang.
Berdasarkan data Kodim 0728/Wonogiri, saat ini sudah terdaftar sebanyak 73 SPPG di Kabupaten Wonogiri. SPPG itu tersebar di semua kecamatan. Jumlah itu diklaim terbanyak di Jawa Tengah saat ini.
Namun, hingga akhir Agustus 2025, baru 18 SPPG yang sudah beroperasi. SPPG lainnya sedang dalam proses pembangunan gedung dan beberapa masih proses verifikasi. Semua SPPG ditargetkan bisa beroperasi pada awal 2026.
Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono, mengatakan program MBG bakal menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang. Hal ini mengingat setiap SPPG setidaknya membutuhkan 50 tenaga kerja mulai dari kepala dapur, ahli gizi, juru masak, petugas kebersihan, hingga petugas distribusi.
Merujuk jumlah SPPG Wonogiri yang sebanyak 73, berarti potensi tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 3.650 orang. “Lumayan banyak jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk menjalankan program MBG di Wonogiri,” kata Edi kepada Espos, Selasa (26/8/2025).
Menurut Edi, program MBG ini juga akan berdampak baik terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Hal itu karena bahan-bahan yang digunakan untuk memenuhi program MBG diprioritaskan disuplai dari produk lokal Wonogiri. Artinya program ini akan membuka peluang penambahan tenaga kerja di sektor pendukungnya.
BACA JUGA: Penyebab Keracunan MBG di Gemolong Sragen karena Faktor Sanitasi
Sebagai informasi, SPPG yang sudah beroperasi saat ini terdiri atas satu SPPG khusus di lahan milik TNI dan 17 SPPG mandiri yang dijalankan mitra. SPPG khusus berlokasi di Kecamatan Baturetno.
Sedangkan SPPG mandiri yang sudah beroperasi tersebar di sejumlah kecamatan seperti Selogiri, Wonogiri, dan Purwantoro. SPPG yang sudah beroperasi sampai dengan saat ini sudah melayani 58.711 siswa di 536 sekolah.
Sementara itu, jumlah siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Kabupaten Wonogiri yang seharusnya menerima program MBG total sebanyak 165.581 orang.
Kepala SPPG Bulusulur, Pandri Prabowo, menyatakan satu dapur MBG berisi 50 tenaga kerja untuk mengoperasikan SPPG mulai dari produksi makanan hingga distribusi.
Dia menyebut bahan baku yang digunakan untuk program MBG mayoritas merupakan produk lokal seperti beras, buah, dan sayuran. Menurutnya, sejak berorasi mulai awal Agustus 2025, tidak ada kendala berarti dalam pemenuhan makan bergizi gratis untuk para siswa
“Saat ini kami sudah melayani sekitar 2.500 anak sekolah di Desa Bulusulur dan Purworejo, Kecamatan Wonogiri,” ujar Pandri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.