Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono saat pembukaan Sekolah Sampah di Balai RW 2 Kelurahan Wates, Rabu (17/9/2025). - ist/Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah melibatkan peran pemuda dalam upaya mengatasi krisis sampah. Generasi muda dinilai memiliki kreativitas, inovasi, serta kedekatan dengan teknologi informasi yang bisa menjadi kekuatan besar dalam perubahan perilaku masyarakat.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan pengelolaan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan teknis, melainkan berkaitan dengan keberlanjutan hidup. Pola lama kumpul–angkut–buang hanya akan mewariskan beban bagi generasi mendatang.
"Dengan satu postingan atau gerakan, pemuda bisa menyebarkan pengaruh luas, dari ajakan memilah sampah hingga membangun gaya hidup hijau,” ujar Damar saat membuka Sekolah Sampah di Balai RW 2 Kelurahan Wates, Rabu (17/9/2025).
Damar mencontohkan program Adiwiyata yang melahirkan kader lingkungan di sekolah serta karang taruna yang berhasil mengelola bank sampah. Pemkot Magelang juga telah menetapkan Perwal Nomor 30 Tahun 2019 tentang Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) pengelolaan sampah.
BACA JUGA: Ribuan Koperasi Desa Merah Putih Tunggu Dana Cair dari Bank Himbara
Kebijakan ini sejalan dengan target nasional pengurangan sampah 30 persen dan penanganan 70 persen pada 2025. Karang taruna di berbagai kelurahan pun aktif mengelola bank sampah, mengurangi timbunan, sekaligus menambah pendapatan warga.
"Saya percaya, solusi kreatif yang mampu mengubah wajah pengelolaan sampah justru akan lahir dari pemuda," tegas Damar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Mahmud Yunus, menambahkan program Sekolah Sampah dirancang untuk melibatkan generasi muda sejak usia SD hingga SMA dalam pengelolaan sampah. Peserta terdiri dari anggota Karang Taruna dan pelajar SMP yang dilatih memilah sampah dan menerapkan prinsip pengelolaan di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.
"Pelatihan Sekolah Sampah diadakan setidaknya empat kali dalam setahun, dengan peserta yang berbeda setiap triwulan," jelas Mahmud.
Lokasi pelatihan dipilih langsung di kelurahan agar peserta dapat melihat praktik nyata pengelolaan sampah, seperti yang sudah dilakukan di Jambon Gesikan dan Wates. Materi pelatihan meliputi motivasi, pembuatan biopori, pengolahan sampah menjadi magot, hingga budidaya ternak dengan pakan magot.
Fasilitator pelatihan berasal dari DLH Kota Magelang sehingga tidak memerlukan tenaga ahli dari luar. Para peserta diharapkan bisa menerapkan ilmu yang didapat di sekolah dan lingkungan masing-masing. Saat ini sudah ada lebih dari 100 unit pengelolaan sampah dari target 192 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.