SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Kapolsek Sumberlawang, Sragen, AKP Sudarmaji, memeriksa kondisi perahu yang pecah sebagai penyebab tenggelamnya korban di WKO Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Minggu (19/10/2025)
Harianjogja.com, SRAGEN—Korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO), Sragen ditemukan meninggal dunia setelah pencarian selama lebih dari satu hari. Tim search and rescue (SAR) gabungan di bawah koordinasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Surakarta menemukan jasad korban pada Minggu (19/10/2025) pukul 23.15 WIB dan mengevakuasinya ke RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen.
Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan Basarnas Surakarta, Tri Puji Sugiyarto, menjelaskan korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu (18/10/2025) pukul 18.15 WIB. Korban diperkirakan telah mengapung sekitar 29 jam sebelum ditemukan.
Tri menuturkan, jenazah korban ditemukan warga mengapung sekitar 50 meter ke arah barat dari lokasi kejadian. Warga langsung memberi tahu tim SAR gabungan, dan jenazah segera dievakuasi ke daratan.
“Kami resmi menutup operasi SAR dan seluruh tim SAR kembali ke satuan masing-masing pada pukul 00.30 WIB,” katanya Senin (20/10/2025).
Lokasi kejadian berada di WKO, Dukuh Jurang Gandul RT 024, Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen. Korban diketahui bernama Dwi Fathan Khasani, 24, warga Plompong, Sirampok, Kabupaten Brebes, yang juga pemilik karamba di waduk tersebut.
Tri menerangkan, peristiwa nahas itu bermula saat korban pergi ke karamba milik temannya menggunakan perahu kayu. Di tengah perjalanan, mesin perahu mati.
“Korban bermaksud pindah dari baritah ke haluan depan. Mendadak perahu patah di tengah dan pecah. Korban berusaha menyelamatkan diri berenang. Korban tidak kuat dan akhirnya tenggelam,” jelas dia.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan terkendala cuaca buruk dan angin kencang. Kondisi air di kedalaman waduk juga keruh dan berlumpur. Pencarian dimulai sejak Sabtu malam, saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mendirikan posko dekat lokasi kejadian. Operasi SAR dibuka pukul 23.45 WIB, dilanjutkan pembentukan struktur posko dan penyinaran lampu sorot ke area pencarian.
Pada Minggu pagi, pengamatan visual dimulai pukul 05.00 WIB, dilanjutkan apel dan pembagian kru pukul 07.00 WIB. Awalnya, tim dibagi menjadi tiga regu untuk observasi, pengamatan, dan penyisiran. Tim SAR dari BPBD Boyolali, Damkar Sragen, dan SAR MTA kemudian bergabung. Regu pencarian ditambah menjadi tujuh.
Penyelaman oleh tim SAR MTA dilakukan hingga kedalaman 31–32 meter, tetapi jarak pandang nol. Setelah 20 menit, hasil masih nihil. Pukul 15.30 WIB, dua regu memantau hingga pintu air WKO sejauh 2,5 km, namun tetap nihil. Pukul 16.45 WIB, operasi dihentikan sementara karena hujan lebat dan angin kencang. Akhirnya, pukul 23.45 WIB, warga menemukan korban mengapung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.