Tolak Pabrik Semen, Warga Pracimantoro Ajukan 13 Tuntutan
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Arsip-Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, BOYOLALI- Warga di sekitar Gunung Merapi, khususnya Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali melaporkan adanya hujan abu tipis dan bau belerang, Rabu (22/10/2025).
Warga, Samiran, Rohmadi, menyampaikan terdapat hujan abu tipis di wilayahnya. “Tadi sekitar pukul 10.00 WIB, hujan abu tipis,” kata dia.
Sementara itu, warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Amarto, menyampaikan di desa terdekat dengan Gunung Merapi tersebut tidak terpantau hujan abu.
“Tapi sekitar pukul 09.00 WIB ada bau belerang. Visual Merapi dari sini tidak kelihatan karena tertutup kabut. Semoga aman mandali [aman terkendali],” kata dia.
Meski demikian hujan abu tipis dan belerang terpantau tidak mengganggu aktivitas warga. Terlebih, tidak banyak orang menyadari hal tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Suratno, membenarkan informasi di wilayah Samiran terjadi hujan abu sangat tipis.
“Kami juga sedang inventarisasi data daerah mana saja yang terdampak hujan abu,” kata dia.
Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi dari bagian Humas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan pada Rabu pukul 06.00 WIB-12.00 WIB terdapat 36 guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan durasi 64.37 detik-240.88 detik.
“Teramati guguran lava sebanyak 2 kali mengarah ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. Tingkat aktivitas Gunung Merapi ada di level III atau Siaga,” tulis dalam laporan tersebut.
Tingkat aktivitas Siaga III Gunung Merapi telah ditetapkan sejak 5 November 2020. Atas status tersebut. dituliskan rekomendasi berupa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Kemudian, di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat diminta untuk mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tulis dalam laporan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos.id
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.