Kereta Kelinci Terguling di Gunung Pegat Klaten, 4 Dirawat

Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso Minggu, 13 September 2026 20:17 WIB
Kereta Kelinci Terguling di Gunung Pegat Klaten, 4 Dirawat

Kereta kelinci membawa 46 warga Desa Beji terguling di Gunung Pegat Klaten. Empat penumpang masih menjalani perawatan di rumah sakit. /Espos.

Harianjogja.com, KLATEN—Kereta kelinci yang membawa rombongan ibu-ibu PKK dari Desa Beji, Kecamatan Pedan, mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Gunung Pegat, Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Minggu (13/9/2026).

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat kereta kelinci dalam perjalanan pulang setelah rombongan berkunjung ke wisata Jatayu di Desa Jotangan, Kecamatan Bayat. Kendaraan itu rencananya menuju Rowo Jombor sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Bagian gerbong gandengan kereta kelinci tersebut terguling ketika kendaraan melintasi jalan menanjak. Pengemudi kereta kelinci, Sriyono, mengatakan kendaraan yang dikemudikannya tidak kuat melewati tanjakan di lokasi kejadian.

Sriyono juga mengungkapkan dirinya baru pertama kali melintasi jalan tersebut. Kondisi jalan yang menanjak diduga membuat kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan hingga akhirnya terguling.

46 Orang Berada di Dalam Kereta Kelinci

Kepala Desa Beji, Marsidi, membenarkan rombongan yang mengalami kecelakaan tersebut berasal dari wilayahnya. Rombongan itu merupakan warga Dukuh Beji Kulon yang sedang melakukan perjalanan wisata.

“Rombongan dari Dukuh Beji Kulon,” kata Marsidi saat dihubungi Espos, Minggu.

Marsidi mengatakan total penumpang yang berada di dalam kereta kelinci mencapai 46 orang. Sebagian penumpang mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis, sedangkan penumpang lainnya tidak mengalami luka.

Menurut Marsidi, sejumlah penumpang yang mengalami luka langsung dibawa pulang. Hingga Minggu sore, masih ada empat orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang masih ada di rumah sakit ini ada empat orang. Yang dua itu yang dua itu di Tegalyoso [RS Soeradji Tirtonegoro Klaten] dan yang dua tadi tinggal nunggu hasil rontgen saja di RSUD Bagas Waras. Untuk yang di Tegalyoso luka kaki semua. Untuk yang Bagas Waras katanya pusing-pusing, masih menunggu hasil rontgen. Untuk lainnya ringan-ringan sudah pulang,” jelas Marsidi saat dihubungi Espos, Minggu.

Dua penumpang yang dirawat di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten mengalami luka pada bagian kaki. Sementara itu, dua penumpang lainnya berada di RSUD Bagas Waras dan masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen karena mengeluhkan pusing.

Adapun penumpang lain yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang. Marsidi mengatakan sebagian korban yang mengalami luka juga langsung dibawa pulang oleh keluarga.

Rombongan Sebelumnya Wisata ke Watu Plenuk dan Jatayu

Marsidi menjelaskan perjalanan tersebut merupakan agenda piknik warga Dukuh Beji Kulon. Rombongan sebelumnya menuju Watu Plenuk dan destinasi wisata Jatayu.

Setelah berkunjung ke Jatayu, rombongan melanjutkan perjalanan pulang. Sebelum kembali ke Desa Beji, mereka berencana mampir ke Rowo Jombor.

Namun, dalam perjalanan menuju destinasi tersebut, kereta kelinci mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Gunung Pegat, Desa Krikilan, Kecamatan Bayat.

Kendaraan kemudian terguling pada bagian gerbong gandengannya. Kecelakaan itu menyebabkan beberapa penumpang mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Hingga Minggu sore, empat penumpang masih menjalani pemeriksaan dan perawatan di dua rumah sakit di Klaten, sedangkan penumpang lainnya yang mengalami luka ringan telah pulang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online