Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Tradisi unik Mepe Jaran Kepang di Temanggung diikuti 1.000 peserta lintas daerah. Simak ritual jamasan dan semangat pelestarian kuda lumping. /Antara.
Harianjogja.com TEMANGGUNG—Ribuan penggiat dan pecinta seni tradisional kuda lumping berkumpul di Temanggung untuk mengikuti kegiatan budaya bertajuk "Mepe Jaran Kepang", Minggu (29/3/2026).
Acara yang diinisiasi oleh komunitas lokal ini menjadi ajang silaturahmi akbar sekaligus simbol konsistensi dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Seniman jaran kepang asal Temanggung, Supri Wanto, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah "Mepe Jaran Kepang" atau ritual menjemur properti kuda lumping. Kegiatan yang dikemas dalam konsep kopi darat (kopdar) ini terbukti ampuh menarik antusiasme massa yang tidak hanya berasal dari kalangan pelaku seni, tetapi juga masyarakat umum.
"Ini adalah kopdar jaran kepang. Tidak hanya pelaku seni, tapi juga mereka yang memang senang dengan jaran kepang," ujar Supri saat ditemui di lokasi acara, Minggu.
Tradisi unik ini rupanya telah dilaksanakan sebanyak lima kali dan kini mulai memicu tren serupa di berbagai daerah di Jawa Tengah. Inspirasi dari Temanggung ini dilaporkan telah merambah ke wilayah Magelang, Semarang, hingga Boyolali yang kini mulai rutin menggelar kegiatan sejenis.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni rakyat tetap solid dan terus berkembang secara organik di tingkat akar rumput.
Dalam pakem kesenian jaran kepang, proses menjemur kuda lumping tidak dilakukan sembarangan. Sebelum properti "dipepe" (dijemur), para seniman terlebih dahulu melaksanakan ritual penting yang disebut "jamasan".
Jamasan merupakan proses penyucian spiritual terhadap properti jaran kepang agar bersih dan siap digunakan dalam pertunjukan. Setelah ritual penyucian selesai, barulah deretan kuda lumping diletakkan di area terbuka untuk mendapatkan sinar matahari sebagai bagian dari rangkaian tradisi yang sakral.
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan kali ini melampaui ekspektasi dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.000 orang. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Demak, Banjarnegara, Wonosobo, hingga wilayah di luar eks-Keresidenan Kedu.
Fenomena ini membuktikan bahwa jaran kepang telah bertransformasi dari sekadar kesenian lokal menjadi identitas budaya kolektif yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dari lintas daerah.
Melalui kegiatan "Mepe Jaran Kepang" ini, para penggiat seni menaruh harapan besar agar generasi muda semakin mengenal dan bangga terhadap identitas budayanya sendiri.
Sinergi antar-komunitas yang terus terjaga diharapkan mampu memastikan jaran kepang tetap eksis dan lestari di seluruh pelosok Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan nusantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.