Jadwal Terbaru KRL Solo-Jogja Minggu 10 Mei 2026 Lengkap
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 10 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Upaya menekan banjir berulang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini mengerucut pada kebutuhan pembangunan infrastruktur pengendali aliran sungai. Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana mengusulkan pembangunan bendung di dua aliran utama, yakni Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak. /Antara.
Harianjogja.com, DEMAK—Upaya menekan banjir berulang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini mengerucut pada kebutuhan pembangunan infrastruktur pengendali aliran sungai. Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana mengusulkan pembangunan bendung di dua aliran utama, yakni Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak.
Usulan tersebut mencuat dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama Ahmad Luthfi di Kantor Kecamatan Guntur, Sabtu. Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana, Andi Sofyan, menyebut hingga kini kedua sungai tersebut belum memiliki bangunan pengendali aliran air.
“Diperlukan bangunan pengendali dua aliran sungai,” ujarnya.
Menurutnya, ketiadaan bendung membuat aliran air dari hulu tetap deras menuju Demak. Bahkan, meskipun dilakukan penutupan di kawasan Rowo Pening, tanpa pengendali di Sungai Senjoyo dan Bancak, potensi banjir tetap tinggi.
Selain itu, penanganan Sungai Tuntang juga dinilai perlu dipercepat melalui normalisasi bertahap. Di lapangan, sejumlah tanggul memang sudah diperkuat, namun masih ada titik yang mengalami limpasan saat hujan deras.
Kondisi bantaran sungai juga menjadi sorotan. Keberadaan pohon dan berbagai hambatan dinilai memperlambat aliran air sehingga memperparah genangan di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, rencana pemindahan alur Sungai Tuntang dinilai kurang efektif. Infrastruktur seperti jembatan dan jalan di bantaran sungai justru berpotensi menghambat laju air.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Demak, Ahmad Sugiharto, menekankan pentingnya optimalisasi fungsi Bendung Gelapan di Kabupaten Grobogan untuk menjaga stabilitas debit air.
“Dari hasil pengecekan, setiap 30 menit terjadi kenaikan debit air yang cukup signifikan. Ditambah lagi sedimen yang tinggi, sehingga diperlukan optimalisasi daya tampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat air dari wilayah hulu cepat melimpas ke hilir, termasuk Demak, bahkan ketika wilayah setempat tidak diguyur hujan.
Selain normalisasi, pembangunan pintu air atau bendung tambahan di sejumlah titik sungai juga dinilai mendesak. Langkah ini diharapkan mampu menahan aliran air agar tidak langsung mengalir deras ke hilir.
“Dengan adanya tampungan air yang lebih banyak dan pengaturan aliran yang baik, diharapkan air tidak langsung turun ke hilir secara cepat,” katanya.
Langkah terpadu antara pembangunan infrastruktur dan pengelolaan aliran sungai dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini berulang di Demak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 10 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.