Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, BLORA— Banjir yang merendam permukiman di Cepu, Blora, Jawa Tengah, mulai surut pada Jumat (10/4/2026) malam, namun menyisakan dampak serius bagi warga, termasuk satu korban meninggal dunia dan ratusan rumah yang sempat terendam.
Hingga sekitar pukul 22.30 WIB, kondisi di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan berangsur kondusif. Meski demikian, warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur dan air yang masuk ke dalam rumah setelah genangan surut.
Banjir terjadi sejak sekitar pukul 17.15 WIB akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa setelah hujan deras mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu selama beberapa jam. Air meluap ke permukiman di berbagai kelurahan dengan ketinggian bervariasi.
Di Kelurahan Cepu, sebanyak 125 rumah terendam dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 100 sentimeter. Sementara di Kelurahan Balun, sekitar 25 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 125 sentimeter akibat luapan Sungai Tamansiswa.
Genangan juga terjadi di Kelurahan Karangboyo dengan ketinggian air 50 hingga 100 sentimeter yang turut berdampak pada dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum. Di Kelurahan Ngelo, air menggenangi permukiman warga setinggi 30 hingga 50 sentimeter.
Selain itu, di Desa Mulyorejo, genangan setinggi 20 hingga 30 sentimeter sempat menutup ruas jalan provinsi di Cepu–Singget serta merendam sebagian rumah warga.
Peristiwa ini juga menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Diana Rosita dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersetrum listrik saat membersihkan rumah ketika air mulai surut.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora segera turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pendataan, serta membantu evakuasi warga terdampak. Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan lanjutan.
Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah dan tidak mengungsi. Saat ini, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga meliputi bantuan sembako, peralatan kebersihan, serta selimut untuk pemulihan pascabanjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.