Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kondisi jembatan di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten, yang ambrol Februari lalu mulai dibangun oleh Polres Klaten, Selasa (7/4/2026). (Istimewa/Humas Polres Klaten)
Harianjogja.com, KLATEN — Polres Klaten memulai pembangunan Jembatan Presisi di Desa Gumul, yang sebelumnya putus akibat banjir. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama bersama unsur Forkopimcam Karangnongko dan masyarakat setempat, Selasa (7/4/2026).
Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Dukuh Geneng yang sempat terputus sejak Februari lalu. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, terutama untuk mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian.
Ditarget Rampung Dua Bulan
Kapolres Klaten, Moh Faruk Rozi, menegaskan pembangunan ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam membantu pemulihan infrastruktur masyarakat.
“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang insyaallah kami targetkan satu sampai dua bulan sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat. Jembatan ini kami buat lebih lebar sekitar 3,5 meter sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat dan layout-nya dibuat miring agar memudahkan manuver kendaraan,” ujarnya.
Menurut Kapolres, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam revitalisasi infrastruktur di berbagai wilayah di Klaten.
“Polres Klaten telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi lima jembatan di beberapa wilayah. Harapannya, jembatan ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perekonomian masyarakat serta dijaga bersama agar tetap awet,” ungkapnya.
Efisiensi Waktu dan Dorong Ekonomi
Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, mengapresiasi pembangunan tersebut. Ia menilai jembatan ini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah.
“Insyaallah itu bisa memberikan manfaat yang besar karena jembatan ini merupakan akses pendidikan dan juga akses untuk meningkatkan perekonomian. Karena mempersingkat waktu perjalanan sekitar 10 menit. Kalau di bidang ekonomi 10 menit itu sangat berarti,” jelasnya.
Erni juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.