Menyelamatkan Si Miskin dari Muslihat Jahat Bandar Judol
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Petani Kabupaten Temanggung mulai bercocok tanam tembakau. Antara/Heru Suyitno
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Aktivitas di lahan tembakau di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai menggeliat. Para petani bersiap memasuki musim tanam dengan mengolah lahan lebih awal demi menjaga kualitas hasil panen tahun ini.
Momentum awal musim ini menjadi fase krusial bagi ribuan petani tembakau di Temanggung. Kesiapan pengolahan lahan dinilai sudah matang, meski keberhasilan panen tetap bergantung pada dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan industri pengolahan.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Siyamin, menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk sebagai faktor utama menjaga kualitas tembakau yang dikenal sebagai “emas hijau”.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Menjelang masa tanam, kami sangat berharap ketersediaan pupuk, terutama pupuk khusus tembakau, dapat terjamin secara merata dan mudah diakses. Pupuk adalah kunci awal untuk menjaga kualitas emas hijau kami," katanya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin.
Ia menambahkan, petani di kawasan lereng tiga gunung juga berharap adanya regulasi yang berpihak agar tidak memberatkan dari sisi hulu. Menurutnya, kepastian kebijakan sangat menentukan semangat petani di tengah tantangan global dan kenaikan biaya produksi.
"APTI menekankan pentingnya aturan yang tidak memberatkan di sisi hulu, sehingga petani tetap memiliki gairah untuk bertanam di tengah tantangan global dan kenaikan biaya produksi," ujarnya.
Siyamin menilai sinergi antara petani, pemerintah, dan pabrik menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan usaha tembakau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami siap bekerja keras di ladang, dan kami mohon dukungan nyata dari semua pihak agar musim tanam tahun ini membawa berkah bagi kami semua," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengimbau petani mempercepat masa tanam.
Menurutnya, percepatan ini menjadi strategi menghadapi musim kemarau yang akan datang sekaligus memanfaatkan sisa ketersediaan air di awal musim tanam.
"Percepatan masa tanam pada April hingga Mei 2026 dilakukan sebagai strategi menghadapi musim kemarau," katanya.
Dengan langkah tersebut, tanaman diharapkan masih memperoleh pasokan air dari sisa musim hujan. Selain itu, petani juga diminta menyiapkan cadangan air di lahan untuk menjaga pertumbuhan tanaman saat kemarau tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Polda Metro Jaya ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas untuk penyidikan. Jenazah diperiksa guna mengungkap penyebab kematian.
Sebanyak 106 penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar dan Padangbai.
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing