Korupsi KONI Solo, Uang Rp355 Juta Disita Kejari
Kejari Solo menyita total Rp355 juta dalam kasus korupsi dana hibah KONI, penyidikan kini hampir rampung.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). Warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti masjid dan rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi.
Berdasarkan informasi di lapangan, hujan deras yang mengguyur wilayah Sukoharjo sejak Selasa (14/4) sore hingga malam menjadi pemicu utama meningkatnya debit air sungai. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan masuk ke permukiman warga di sejumlah titik rawan.
Dua Kecamatan Terdampak
Banjir dilaporkan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Grogol dan Kecamatan Baki. Di wilayah Grogol, genangan air merendam permukiman di beberapa desa seperti Manang, Sanggrahan, Cemani, Madegondo, hingga Langenharjo.
Kepala Desa Manang, Sumarno, menyebut banjir meluas hampir ke seluruh wilayah desanya. Titik terparah berada di Dusun Babat Baru dan Dusun Tangkil Baru.
“Hampir sebagian wilayah Desa Manang terdampak banjir. Yang paling parah di Dusun Babat Baru dan Tangkil Baru. Mungkin sekitar 500 rumah warga yang terendam banjir, itu belum dusun lainnya,” ujarnya.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sepaha orang dewasa. Sejumlah warga lanjut usia bahkan harus dievakuasi menggunakan perahu karet oleh relawan karena tidak mampu menyelamatkan diri secara mandiri.
Kondisi Mulai Surut
Memasuki Rabu dini hari, intensitas hujan mulai menurun sehingga debit air perlahan surut. Meski demikian, beberapa titik di Grogol masih tergenang cukup tinggi, khususnya di wilayah yang berada di dataran rendah.
“Sekarang mulai surut, tapi di Babat Baru dan Tangkil Baru masih lumayan tinggi,” tambah Sumarno.
Sementara itu, di Desa Gentan, Kecamatan Baki, banjir juga sempat merendam ratusan rumah sejak Selasa malam. Ketua relawan setempat, Sentot Maryanto, mengatakan kondisi air kini berangsur turun dan sebagian warga mulai kembali ke rumah.
Akses Jalan Terganggu
Meski air mulai surut, dampak banjir masih terasa pada akses transportasi. Sejumlah ruas jalan masih tergenang sehingga belum bisa dilalui kendaraan.
Salah satu jalur yang terdampak adalah ruas Baki–Pajang yang untuk sementara ditutup karena genangan air masih cukup tinggi. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Warga Bersih-Bersih
Hingga Rabu pagi, warga bersama relawan masih melakukan pemantauan sekaligus membersihkan rumah dari sisa lumpur dan air. Aktivitas ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya kerentanan wilayah di sekitar aliran Bengawan Solo terhadap banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejari Solo menyita total Rp355 juta dalam kasus korupsi dana hibah KONI, penyidikan kini hampir rampung.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini bervariasi. Simak daftar lengkap harga dan buyback terbaru.
UGM dorong penggunaan bahan alami untuk praktikum kimia murah, aman, dan mudah diterapkan di sekolah.
Gempa Magnitudo 7,5 guncang Venezuela, 235 tewas, ratusan bangunan rusak, dan puluhan gempa susulan picu kepanikan.
Bus KSPN Jogja layani rute ke pantai selatan mulai Rp12.000. Cek jadwal lengkap dan nikmati liburan praktis tanpa ribet.
Bupati Banyumas Sadewo sebut Lengger Bicara 2026 jadi ruang budaya, edukasi, dan penguatan identitas daerah.