Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Seorang anak menaiki perahu karet melintas saat banjir di Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). Banjir dengan ketinggian lebih dari 50 cm tersebut menggenangi akses jalan serta rumah warga yang diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur pada Selasa (15/4/2026) malam. (Solopos/J Howi Widodo).
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo merendam sejumlah sekolah di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). Dampaknya, kegiatan belajar mengajar di belasan sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) terpaksa dihentikan sementara.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam menyebabkan debit air sungai meningkat signifikan. Air kemudian meluap ke permukiman warga, jalan lingkungan, hingga masuk ke area sekolah di tiga kecamatan, yakni Baki, Grogol, dan Gatak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menyatakan genangan air tidak hanya terjadi di halaman sekolah, tetapi juga merendam ruang kelas hingga ruang guru.
“Kegiatan belajar mengajar kami liburkan sementara sampai kondisi benar-benar aman. Kami berharap genangan segera surut sehingga aktivitas sekolah bisa kembali normal,” ujarnya.
Puluhan Sekolah Terdampak
Sejumlah SD negeri terdampak tersebar di berbagai wilayah. Di Kecamatan Baki, genangan terjadi di SDN Bakipandeyan 01, SDN Purbayan 02, SDN Duwet 02, SDN Duwet 01, SDN Gentan 02, dan SDN Gentan 01.
Sementara itu, di Kecamatan Gatak, banjir merendam SDN Krajan 02, SDN Blimbing 01, SDN Krajan 01, dan SDN Sraten 01. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Grogol, meliputi SDN Sanggrahan 01, SDN Cemani 05, SDN Langenharjo 03, SDN Madegondo 03, SDN Telukan 03, serta SDN Sanggrahan 02.
Menurut Havid, kondisi terparah terjadi di SDN Duwet 02 dan SDN Gentan 01. Di dua sekolah tersebut, air menggenangi beberapa ruang kelas dan kantin, sehingga kegiatan belajar tidak memungkinkan untuk dilakukan.
SMP Juga Terdampak
Tidak hanya sekolah dasar, banjir juga merendam SMP Negeri 2 Grogol yang berada di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol. Air menggenangi halaman sekolah hingga masuk ke sejumlah ruang kelas.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar siswa di sekolah tersebut turut diliburkan demi keselamatan dan kenyamanan siswa.
Menunggu Air Surut
Hingga Rabu siang, kondisi banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, pihak Disdikbud Sukoharjo masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum kegiatan belajar kembali dilaksanakan.
Selain itu, pihak sekolah juga bersiap melakukan pembersihan ruang kelas dan fasilitas yang terdampak genangan air. Hal ini penting untuk memastikan lingkungan belajar tetap sehat dan layak digunakan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.