Sapi Jumbo 1,2 Ton Asal Boyolali Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Nikmatul Faizah
Nikmatul Faizah Minggu, 17 Mei 2026 17:07 WIB
Sapi Jumbo 1,2 Ton Asal Boyolali Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Ilustrasi sapi untuk kurban. (Freepik.com)

Harianjogja.com, BOYOLALI — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan hewan kurban ke berbagai daerah. Salah satu yang mencuri perhatian adalah sapi jenis Brahman berbobot fantastis mencapai 1,2 ton yang berasal dari Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Ahmad Gojali, mengungkapkan sapi tersebut berusia sekitar 3,5 tahun dan masuk dalam kategori bantuan presiden (Banpres). Meski demikian, informasi detail terkait lokasi penyembelihan maupun pemilik sapi masih belum dapat dipublikasikan sepenuhnya sesuai arahan Sekretariat Presiden.

“Yang bisa disampaikan baru jenis, umur, bobot, dan asal sapi,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Tak Hanya Boyolali, Sapi Kurban Dipilih dari Berbagai Daerah

Selain dari Boyolali, Presiden Prabowo juga membeli sapi kurban dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, seperti Klaten dan Sragen. Di Kabupaten Klaten, seekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) bernama Bima Seta terpilih sebagai hewan kurban Presiden.

Sapi milik peternak muda, Lingga Praditya (25), warga Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan tersebut memiliki bobot hampir 1 ton atau sekitar 977 kilogram. Sapi berwarna putih itu dikenal kuat dan sering dimanfaatkan untuk aktivitas seperti menarik gerobak hingga tampil dalam berbagai acara festival lokal.

Ayah Lingga, Sugeng Raharja, mengaku tidak menyangka sapi peliharaan anaknya terpilih sebagai sapi kurban Presiden. Ia menduga tim seleksi tertarik karena kondisi fisik sapi yang prima dan aktif.

Sapi Limosin dari Sragen Dibeli Rp80 Juta

Sementara itu, di Kabupaten Sragen, Presiden Prabowo juga membeli sapi jenis limosin berbobot sekitar 9,5 kuintal atau 950 kilogram. Sapi milik Hadi Sumanto (83) tersebut dibeli dengan harga mencapai Rp80 juta.

Sapi bernama Glendoh itu dirawat selama dua tahun dengan perawatan intensif, mulai dari pakan rumput, jerami, hingga tambahan nutrisi seperti bekatul dan kalsium untuk menjaga kekuatan tulangnya.

Dorong Peternak Lokal dan Ekonomi Daerah

Pembelian sapi kurban oleh Presiden dari berbagai daerah ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Iduladha, tetapi juga berdampak positif bagi peternak lokal. Program ini membantu meningkatkan nilai jual ternak sekaligus mendorong perekonomian masyarakat di sektor peternakan.

Selain itu, pemilihan sapi dengan bobot besar dan kualitas unggul juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap standar hewan kurban yang sehat dan layak.

Dengan adanya distribusi hewan kurban dari Presiden ke berbagai daerah, diharapkan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat solidaritas sosial pada momentum Iduladha 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online