Truk Paket Terbakar di Tol Semarang-Solo
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Peternak asal Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Lingga bersama sapinya yang menjadi salah satu sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, Jumat (15/5/2026). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN — Seekor sapi berukuran jumbo milik peternak muda asal Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden untuk perayaan Iduladha 2026. Sapi jenis peranakan ongole (PO) bernama Bima Seta itu memiliki bobot nyaris mencapai 1 ton dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.
Bima Seta dipelihara oleh Lingga Praditya, 25, warga Dukuh Kijilan. Sapi berwarna putih tersebut saat ini memiliki berat sekitar 977 kilogram, dengan panjang tubuh mencapai 2,5 meter dan tinggi sekitar 170 sentimeter. Usianya pun telah menginjak sekitar 5,5 tahun, menjadikannya salah satu sapi unggulan di kandang milik keluarga tersebut.
Di kandang yang berada tak jauh dari simpang susun Tol Solo–Jogja itu, Lingga dan keluarganya memelihara belasan sapi PO berukuran besar. Sapi-sapi tersebut tidak hanya diternakkan, tetapi juga kerap dimanfaatkan untuk aktivitas tradisional seperti menarik gerobak, membajak sawah, hingga tampil dalam berbagai acara dan festival lokal, termasuk pernah dibawa ke kawasan wisata Rawa Jombor.
Ayah Lingga, Sugeng Raharja, mengaku tak menyangka sapi yang dirawat anaknya itu bisa terpilih sebagai hewan kurban Presiden. Ia menduga perhatian dari tim penilai datang karena sapi tersebut sering terlihat beraktivitas di luar kandang.
“Awalnya hanya dilihat-lihat saja, mungkin karena sering dipakai untuk gerobak atau kegiatan lain. Lalu dari dinas datang dan bilang masuk kriteria. Alhamdulillah akhirnya terpilih,” ujar Sugeng.
Setelah melalui proses pengajuan dan seleksi, keluarga Lingga menerima kepastian bahwa Bima Seta resmi dibeli sebagai sapi kurban Presiden. Sugeng pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap para peternak lokal.
Ini bukan kali pertama peternakan keluarga tersebut mendapat kepercayaan serupa. Pada 2015 lalu, saat era Presiden Joko Widodo, sapi dari kandang yang sama juga terpilih sebagai hewan kurban Presiden dan disembelih di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Bagi Lingga, terpilihnya Bima Seta menghadirkan perasaan campur aduk. Di satu sisi ia bangga, namun di sisi lain merasa kehilangan karena sapi tersebut telah dirawat sejak kecil.
“Senang tentu, tapi juga sedih karena sudah seperti keluarga sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, memastikan kondisi sapi dalam keadaan sehat dan layak sebagai hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari uji kelayakan fisik hingga pemeriksaan laboratorium seperti uji feses untuk memastikan bebas dari parasit.
Harga pembelian sapi tersebut mencapai Rp98 juta, termasuk pajak, biaya pengiriman, serta pemeliharaan hingga hari penyembelihan. Rencananya, Bima Seta akan disembelih di Masjid Raya Klaten saat Iduladha mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Mimisan berulang bisa jadi tanda penyakit serius seperti hipertensi hingga gangguan darah, ini penjelasan dokter.
Prancis hadapi Swedia di 32 besar Piala Dunia 2026, ini prediksi skor dan susunan pemain.
Kasus korupsi laptop Chromebook rugikan negara Rp1,56 triliun, eks Mendikbud divonis 10 tahun penjara.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter meski CPO naik, pemerintah prioritaskan daya beli masyarakat.