Tragis! Siswi SD di Jenar Sragen Tewas dengan Luka Sajam

Tri Rahayu
Tri Rahayu Jum'at, 05 Juni 2026 23:07 WIB
Tragis! Siswi SD di Jenar Sragen Tewas dengan Luka Sajam

Jenazah korban Bilqis, 11, dievakuasi tim relawan dan petugas Puskesmas Jenar dari lokasi kejadian di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026)

Harianjogja.com, SRAGEN—Kasus kematian tragis seorang bocah perempuan di Kecamatan Jenar, Sragen, mulai mengarah pada dugaan pembunuhan. Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar ditemukan meninggal dunia dengan luka serius akibat senjata tajam di bagian wajah.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Jumat (5/6/2026) sore. Aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam setelah menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari turun langsung ke rumah korban untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal. Ia juga berdialog dengan keluarga korban, termasuk sang ibu, Dewi, guna menggali informasi awal. Pemeriksaan terhadap orang tua korban kemudian dilanjutkan di Mapolsek Jenar.

Di lokasi kejadian, Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen menemukan sejumlah barang bukti penting. Salah satunya adalah sebilah parang yang diduga digunakan pelaku, ditemukan di dapur rumah dengan bercak darah yang masih terlihat jelas.

Korban ditemukan tergeletak di atas kasur di dalam rumah dengan luka sabetan di bagian hidung hingga pipi. Luka tersebut bahkan menyebabkan tulang hidung korban patah. Selain itu, petugas juga menemukan banyak jejak kaki berlumuran darah di sekitar lokasi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 19.10 WIB menggunakan ambulans PSC 119 Puskesmas Jenar menuju RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk proses autopsi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

Camat Jenar, Y. David Supriyadi, mengungkapkan korban diketahui bernama Bilqis (11), siswi kelas V SDN 2 Dawung. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Dewi. Dalam kesehariannya, korban sering berada di rumah sendirian karena kedua orang tuanya bekerja.

“Ibu korban bekerja di pabrik rokok, sedangkan ayahnya buruh tani. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong,” ujarnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sekitar pukul 16.00 WIB sepulang kerja dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa ini. Dugaan kuat mengarah pada tindak pidana pembunuhan, namun aparat masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dan autopsi resmi.

Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat karena terjadi di lingkungan permukiman yang relatif sepi. Warga berharap pelaku segera ditangkap dan kasus ini dapat terungkap secara terang benderang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online