Trans Jateng Buka Koridor Gelangmanggung, Operasi Mulai 2027

Andhik Kurniawan
Andhik Kurniawan Sabtu, 06 Juni 2026 22:47 WIB
Trans Jateng Buka Koridor Gelangmanggung, Operasi Mulai 2027

Foto ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto

Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan akan memperluas layanan Bus Trans Jateng dengan membuka koridor baru yang menghubungkan Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung pada 2027. Kehadiran koridor Gelangmanggung ini diharapkan memperkuat konektivitas transportasi antardaerah sekaligus mendukung integrasi layanan angkutan publik di kawasan tersebut.

Rencana pengoperasian koridor baru Trans Jateng itu merupakan tindak lanjut kesepakatan antara Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, dan Pemerintah Kabupaten Temanggung yang dicapai pada Rabu (3/6/2026). Kesepakatan tersebut melanjutkan komitmen bersama yang telah dibangun sejak 14 Januari 2026 untuk memperkuat sistem transportasi terintegrasi antarwilayah.

Koridor Gelangmanggung direncanakan melayani rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang dengan perjalanan pulang-pergi. Layanan tersebut akan didukung sebanyak 14 armada bus.

Bus akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 19.00 WIB dengan waktu kedatangan antarkendaraan sekitar 15 hingga 20 menit.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani juga mencakup pedoman penyelenggaraan layanan angkutan aglomerasi perkotaan.

Menurut dia, kerja sama tersebut meliputi sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, pengembangan layanan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder), hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung oleh masing-masing pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

"Kesepakatan bersama untuk mengetahui peran masing-masing [daerah]," ujar Djatmiko kepada Espos, Sabtu (6/6/2026).

Ia menilai keberadaan koridor Gelangmanggung akan menghidupkan kembali sistem transportasi yang terhubung secara subregional maupun nasional.

Saat ini, kawasan Magelang telah terhubung dengan Koridor Trans Jateng Magelang–Purworejo yang terkoneksi dengan moda transportasi nasional berupa kereta api.

Pemprov Jawa Tengah juga berencana mengintegrasikan layanan Trans Jateng dengan berbagai moda transportasi lokal yang sudah berjalan di wilayah Magelang dan sekitarnya.

"Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan," katanya.

Berdasarkan data Pemprov Jawa Tengah, hingga saat ini layanan Trans Jateng telah beroperasi di tujuh koridor dengan total 115 armada bus.

Tujuh koridor tersebut tersebar di empat wilayah pengembangan, yakni Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, serta Purworejo–Magelang.

Selain memperluas jaringan layanan, Pemprov Jawa Tengah juga tetap mempertahankan kebijakan tarif khusus bagi kelompok masyarakat tertentu.

Pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lanjut usia (lansia) mendapatkan tarif Trans Jateng sebesar Rp1.000 per perjalanan. Tarif tersebut lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya sebesar Rp2.000 dan diberlakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/124 tertanggal 30 April 2025 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng. Dengan hadirnya koridor Gelangmanggung pada 2027 mendatang, jaringan layanan Trans Jateng diharapkan semakin terintegrasi dan mampu mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Magelang dan Temanggung secara lebih efektif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online