Jaringan Kereta Api Nasional Ditarget Tembus 10.524 Km
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga 10.524 kilometer untuk memperkuat logistik dan konektivitas.
Dokter - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANYUMAS—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas resmi menghadirkan layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) yang telah terintegrasi dengan pembiayaan BPJS Kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan penanganan penyakit jantung secara cepat, berkualitas, dan lebih terjangkau tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Peluncuran layanan Cathlab BPJS di RSUD Banyumas dilakukan oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama Direktur RSUD Banyumas Widyana Grehastuti dan Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas Dani Esti Novia di Ruang Thalasemia RSUD Banyumas, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan Workshop Elektrokardiogram (EKG) yang diikuti tenaga kesehatan dan praktisi medis sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan kardiovaskular di daerah.
Direktur RSUD Banyumas Widyana Grehastuti mengatakan kerja sama layanan Cathlab dengan BPJS Kesehatan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung yang berkualitas.
Menurut dia, integrasi pembiayaan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat Banyumas yang telah tercakup dalam program Universal Health Coverage (UHC).
"Melalui kerja sama pembiayaan ini, masyarakat Banyumas yang saat ini sudah tercover oleh pembiayaan UHC (Universal Health Coverage) dapat memanfaatkan layanan secara lebih optimal," katanya.
Widyana menjelaskan layanan Cathlab yang kini dijamin BPJS Kesehatan akan memudahkan pasien yang membutuhkan tindakan diagnostik maupun intervensi jantung.
Dengan fasilitas tersebut, pasien tidak lagi harus menjalani proses rujukan ke rumah sakit di daerah lain untuk mendapatkan layanan penanganan penyakit jantung tertentu.
RSUD Banyumas berharap keberadaan Cathlab BPJS dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan pasien yang mengalami gangguan kardiovaskular.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menilai kehadiran layanan tersebut sangat penting mengingat hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di Kabupaten Banyumas.
Menurut dia, hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Ia menyambut positif integrasi layanan Cathlab dengan pembiayaan BPJS Kesehatan karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung diperkirakan akan terus meningkat pada masa mendatang.
"Hadirnya layanan Cathlab yang kini telah dapat dimanfaatkan melalui BPJS Kesehatan menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelayanan kesehatan jantung yang cepat, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat akan semakin besar di masa yang akan datang," katanya.
Menurut Dwi Asih, fasilitas kesehatan yang telah terintegrasi dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional tersebut juga berpotensi mengurangi jumlah rujukan pasien ke rumah sakit di kota-kota besar.
"Masyarakat Banyumas dan wilayah sekitarnya bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat, dekat dan nyaman, yang pada akhirnya meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus meringankan beban keluarga pasien," katanya.
Meski fasilitas kesehatan terus berkembang dan semakin mudah diakses masyarakat, Dwi Asih mengingatkan bahwa upaya pencegahan penyakit tetap menjadi langkah paling penting dalam menjaga kualitas kesehatan.
"Pelayanan kesehatan terbaik sesungguhnya bukan ketika penyakit berhasil diobati, melainkan ketika penyakit dapat dicegah sebelum terjadi," katanya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap layanan Cathlab BPJS di RSUD Banyumas mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan jantung tidak hanya bagi warga Banyumas, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar yang membutuhkan penanganan kardiovaskular secara cepat dan terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga 10.524 kilometer untuk memperkuat logistik dan konektivitas.
Polisi ungkap pembobolan gudang pipa di Banguntapan, Bantul. Pelaku asal Lamongan gasak brankas berisi Rp57 juta.
Gempa magnitudo 7,8 di Mindanao Filipina tewaskan 61 orang, ribuan terluka, dan ratusan ribu warga terdampak bencana.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pantau SPMB 2026 di Semarang, pastikan lancar, tanpa titip-menitip, dan sistem berjalan aman.
Harga Pertamax naik membuat pekerja di Jogja tetap pilih BBM non subsidi meski antre Pertalite makin panjang di SPBU.
Polda Metro Jaya gerebek dua lokasi judi berkedok arena game di Jakbar dan Jakut, amankan 60 orang dan ratusan mesin permainan.