Sekolah Rakyat Batang Siap Dibangun, Lahan 8,37 Hektare Sudah Siap

Newswire
Newswire Selasa, 09 Juni 2026 14:57 WIB
Sekolah Rakyat Batang Siap Dibangun, Lahan 8,37 Hektare Sudah Siap

Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, BATANG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Clapar, Kecamatan Subah. Proyek ini akan berdiri di atas lahan seluas 8,37 hektare yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo, mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya didukung penuh oleh pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan dan kelengkapan dokumen.

“Saat ini progres pemenuhan dokumen administrasi dan kesiapan lahan telah mencapai hampir 100 persen,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Dokumen hampir rampung

Willopo menjelaskan, sejumlah dokumen pendukung seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) serta Detail Engineering Design (DED) hampir selesai.

Setelah itu, tahapan akan dilanjutkan dengan proses persetujuan bangunan gedung serta analisis dampak lalu lintas.

Dari sisi tata ruang, lokasi pembangunan juga telah memenuhi persyaratan. Dokumen kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang sudah terbit, dan lahan dipastikan berada di kawasan permukiman perkotaan.

Lahan clean and clear

Pemkab Batang memastikan lahan pembangunan tidak berada di kawasan sawah dilindungi maupun lahan pertanian pangan berkelanjutan. Status lahan juga telah bersertifikat dan dinyatakan clean and clear atau bebas sengketa.

“Lahan yang kami siapkan dipastikan tidak berada di kawasan lahan sawah yang dilindungi maupun lahan pertanian pangan berkelanjutan,” kata Willopo.

Target konstruksi Juli 2026

Pemerintah daerah menargetkan sejumlah tahapan awal seperti tender, penghapusan aset, cut and fill, hingga land clearing dapat segera dilakukan.

“Harapannya pada Juli 2026 pembangunan fisik atau konstruksi sudah bisa dimulai,” ujarnya.

Dampak ekonomi bagi warga

Willopo menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya difokuskan pada sektor pendidikan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kebutuhan siswa berasrama, tenaga pendidik, hingga petugas pendukung akan membuka peluang ekonomi baru, khususnya dalam penyediaan kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, fasilitas seperti lapangan sepak bola dan basket juga dirancang agar dapat dimanfaatkan bersama masyarakat sesuai ketentuan.

“Keberadaan sekolah ini diharapkan memberi dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Dukungan masyarakat

Proyek ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Subah. Masyarakat disebut berharap pembangunan dapat segera terealisasi.

“Kami komitmen menyiapkan seluruh kebutuhan yang menjadi kewenangan daerah agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online