OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Peserta Run to Geopark Klaten melintasi kawasan perbukitan di Kecamatan Bayat yang bakal diusulkan dalam kawasan taman bumi, Minggu (14/6/2026). (Istimewa/Diskominfo Klaten)
Harianjogja.com, KLATEN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus mematangkan usulan penetapan Geopark Klaten yang dipusatkan di kawasan perbukitan purba Kecamatan Bayat. Kawasan ini ditargetkan dapat memperoleh status geopark atau taman bumi pada tahun 2027, setelah melalui berbagai tahapan administratif dan teknis.
Kepala Bapperida Klaten, Pandu Wirabangsa, menjelaskan bahwa proses pengusulan masih berjalan dan membutuhkan pemenuhan sejumlah persyaratan sebelum diajukan secara resmi ke tingkat lebih tinggi. Saat ini, pemerintah daerah masih berfokus pada penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Bayat sebagai tahap awal.
“Ini baru proses KCAG dulu. Alhamdulillah sampai saat ini masih on the track,” ujar Pandu saat dikunjungi Minggu (21/6/2026)
Geopark dalam proses pengajuan
Ia menambahkan, Pemkab juga tengah memproses surat gubernur sebagai bagian dari pengajuan resmi usulan Geopark Klaten. Selain itu, rencana induk geopark telah disusun dan telah mendapatkan verifikasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang menjadi salah satu penguatan penting dalam proses pengusulan.
Menurut Pandu, penetapan geopark akan memberikan dampak strategis bagi daerah, terutama dalam meningkatkan branding Kabupaten Klaten sekaligus memperkuat daya saing wilayah. Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi masyarakat lokal diproyeksikan ikut terdorong.
Sebagai bagian dari sosialisasi dan promosi kawasan, Pemkab Klaten juga menggelar kegiatan sport tourism bertajuk Run to Geopark Klaten. Event ini diikuti 700 peserta, termasuk pelari dari luar negeri asal Kolombia, dengan rute melintasi kawasan perbukitan Bayat yang menjadi inti calon geopark.
“Untuk kategori 15 kilometer, kuotanya habis dalam waktu kurang dari satu jam,” ungkapnya.
Kawasan Bayat Jadi Geoheritage
Kawasan Bayat sendiri memiliki nilai geologi tinggi dan telah lama menjadi lokasi penelitian sejak masa kolonial. Kementerian ESDM sebelumnya juga telah menetapkan 13 situs warisan geologi (geoheritage) di Klaten, yang tersebar di Kecamatan Bayat dan Wedi, termasuk fosil, batuan, hingga formasi geologi purba.
Keberadaan situs-situs tersebut menjadi modal utama pengembangan Geopark Klaten yang diarahkan tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Investigasi Reuters mengungkap dugaan penggunaan model AI OpenAI dan Anthropic untuk melatih sistem AI lokal yang dikembangkan institusi berafiliasi militer Chi
Jembatan Trisik di Kulonprogo resmi dibuka setelah penantian 15 tahun. Bus pariwisata kini bisa melintas, kunjungan wisata meningkat hingga 60 persen.
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan ASN harus dijaga dari judi online dan pinjaman online ilegal demi menjaga integritas pemerintahan.
Tingkatkan Layanan Masyarakat, Anggota DPR RI Vita Ervina Desak BPJS Tepat Waktu Bayar Klaim Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan