Borobudur Indonesia Expo 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Kota Magelang

Newswire
Newswire Jum'at, 18 September 2026 21:47 WIB
Borobudur Indonesia Expo 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Kota Magelang

Para pengunjung menghadiri kegiatan Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang./Antara-Heru Suyitno\r\n

Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadikan Borobudur Indonesia Expo 2026 sebagai salah satu pengungkit perekonomian daerah. Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 itu ditargetkan mampu mendatangkan hingga 40.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp2 miliar.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot Magelang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Menurut dia, keterbatasan sumber daya alam membuat Kota Magelang perlu mengandalkan potensi lain yang dimiliki daerah.

Kekuatan tersebut, kata Damar, berada pada sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, sektor jasa, dan ekonomi kreatif.

"Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi," katanya.

Event Jadi Penggerak Ekonomi

Damar mengatakan Kota Magelang hampir setiap pekan memiliki kegiatan dengan skala yang beragam. Agenda tersebut mulai dari kegiatan lokal, regional, nasional hingga internasional.

Menurut dia, berbagai event dapat menjadi salah satu pintu untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Magelang.

"Karena saya meyakini bahwa dengan 'event', pertumbuhan ekonomi akan bergerak dengan baik," katanya.

Meski demikian, Damar menegaskan capaian transaksi Rp2 miliar bukan menjadi satu-satunya tujuan Borobudur Indonesia Expo 2026. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah.

Pemkot Magelang berharap expo tersebut dapat menghasilkan kerja sama baru, membuka pasar bagi produk UMKM, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra, sekaligus menciptakan peluang baru bagi koperasi.

Promosi Ekonomi Kawasan Borobudur

Borobudur Indonesia Expo 2026 juga diarahkan sebagai ruang promosi bagi perekonomian kawasan penyangga destinasi pariwisata Borobudur. Untuk memperluas manfaat kegiatan, Pemkot Magelang melibatkan wilayah Purwo Manggung.

Wilayah tersebut terdiri atas Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang dan Temanggung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi penyelenggaraan Borobudur Indonesia Expo 2026. Ia menilai kegiatan semacam ini penting karena sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki peran besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

"Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata," katanya.

Sumarno menambahkan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi kreatif. Melalui berbagai agenda, produk UMKM dan ekonomi kreatif dapat ditampilkan sekaligus menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.

Ia menyampaikan kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang cukup besar. Karena itu, diperlukan lebih banyak kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat ke Kota Magelang untuk berbelanja produk UMKM dan ekonomi kreatif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online