JAFF 2026 Tampilkan Film Asia, dari Debutan hingga Karya Peraih Penghargaan
JAFF 2026 mengusung tema Influx dan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Festival berlangsung di Jogja pada 28 November–5 Desember 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen./Antara-Pemprov Jateng
Harianjogja.com, SEMARANG—Sebanyak 200.815 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah telah mengantongi sertifikat halal melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah untuk memperkuat ekosistem produk halal di wilayahnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan capaian tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem halal. Upaya itu sekaligus diarahkan untuk mendukung pariwisata ramah Muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.
Menurut Taj Yasin, potensi pengembangan sertifikasi halal di Jawa Tengah masih besar. Pasalnya, provinsi ini memiliki sekitar 4,2 juta UMKM yang dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem produk halal.
Dia menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga pemeriksa halal, dan pelaku usaha perlu terus ditingkatkan. Penguatan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah pada 2027, yakni pengembangan pariwisata ramah Muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.
"Kami membutuhkan semua 'stakeholder'. Kami juga membutuhkan penyelia untuk pengawasan produk-produk halal yang sudah memiliki izin," katanya di Semarang, Sabtu (7/11/2026).
Pemprov Jawa Tengah memastikan akan mengawal pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal agar dapat memperoleh sertifikasi. Pendampingan kepada UMKM, menurut Taj Yasin, harus berjalan beriringan dengan pengawasan produk.
Dia menegaskan sertifikat halal tidak boleh hanya menjadi dokumen perizinan. Pelaku usaha juga harus menjalani pemeriksaan secara berkala untuk memastikan proses produksi tetap konsisten memenuhi ketentuan halal.
Selain itu, seluruh pelaku usaha diminta memberikan informasi produk secara jelas. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan keyakinan masing-masing.
Taj Yasin menekankan penguatan ekosistem halal bukan berarti membatasi keberadaan produk nonhalal. Keterbukaan informasi serta penyediaan fasilitas yang memadai justru diharapkan menciptakan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengembangan ekosistem halal juga diarahkan untuk mendukung pariwisata ramah Muslim di Jawa Tengah. Taj Yasin meminta pengelola destinasi wisata mulai mengidentifikasi kebutuhan wisatawan Muslim.
Salah satu langkah yang didorong adalah penyediaan pusat kuliner atau kedai makanan bersertifikat halal di kawasan wisata. Fasilitas pendukung serupa juga diharapkan tersedia di hotel, destinasi wisata alam, maupun tempat wisata buatan.
Dengan langkah tersebut, penguatan sertifikasi halal tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan layanan pariwisata di Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
JAFF 2026 mengusung tema Influx dan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Festival berlangsung di Jogja pada 28 November–5 Desember 2026.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.
BGN menempatkan dua mantan pejabat KPK di posisi strategis untuk memperkuat pengawasan, manajemen risiko, dan tata kelola program MBG.