Jari Siswi SMPN 2 Boyolali Tersangkut di Pintu, Damkar Turun Tangan

Nimatul Faizah
Nimatul Faizah Kamis, 08 Oktober 2026 10:47 WIB
Jari Siswi SMPN 2 Boyolali Tersangkut di Pintu, Damkar Turun Tangan

Jari siswi SMPN 2 Boyolali tersangkut di lubang pintu kelas. Damkar turun tangan dan berhasil melepaskannya menggunakan gerinda kecil. /Istimewa.

Harianjogja.com, BOYOLALI—Seorang siswi SMPN 2 Boyolali harus mendapat pertolongan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah jarinya tersangkut di lubang kancing pintu kelas. Upaya guru untuk melepaskan jari siswi tersebut tidak berhasil sehingga bantuan Damkar Boyolali diperlukan.

Kabid Damkar Boyolali, Supriyono, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (7/10/2026) pagi. Saat itu, seorang guru hendak mengajar di kelas VIIIC dan mendapat laporan mengenai jari seorang siswi yang masuk ke lubang kancing pintu.

“Kronologinya, ada salah satu guru mau mengajar di kelas VIIIC, lalu mendapat laporan ada seorang siswi yang jarinya masuk ke lubang kancing pintu,” kata dia kepada Espos, Kamis (8/10/2026).

Guru tersebut kemudian berusaha membantu melepaskan jari siswi yang tersangkut. Namun, berbagai upaya yang dilakukan tidak berhasil.

Karena membutuhkan peralatan untuk melepaskan jari tersebut, guru kemudian meminta bantuan kepada Damkar Boyolali.

Jari Siswi Berhasil Dilepaskan

Petugas Damkar Boyolali kemudian mendatangi SMPN 2 Boyolali dengan membawa peralatan yang diperlukan untuk melakukan evakuasi.

“Kami kemudian membantu dengan gerinda kecil,” kata Supriyono.

Dengan bantuan peralatan tersebut, petugas akhirnya berhasil melepaskan jari siswi dari lubang kancing pintu.

Supriyono menjelaskan layanan Damkar Boyolali tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Petugas juga melakukan berbagai tindakan evakuasi ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan bantuan.

Beberapa di antaranya adalah membantu mengeluarkan tangan yang tersangkut hingga mengevakuasi kucing.

“Hal tersebut dilakukan secara gratis, jadi silakan saja semisal tidak bisa menangani, bisa menelepon Damkar Boyolali,” kata dia.

Warga Diminta Waspada Kebakaran Lahan

Selain memberikan bantuan evakuasi, Supriyono mengingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran lahan di Boyolali selama musim kemarau.

Dia meminta masyarakat tidak membakar lahan secara sembarangan dan memastikan api benar-benar padam setelah aktivitas pembakaran. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.

Untuk kebakaran dalam skala kecil, masyarakat dapat melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) atau peralatan sederhana yang tersedia.

Sementara untuk kebakaran yang melibatkan tabung gas, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menutup tabung menggunakan kain atau handuk basah. Sebelum melakukan penanganan lebih lanjut, aliran listrik juga perlu diputus.

“Ketika ada kebakaran, selain ditangani sendiri, segera hubungi Damkar Boyolali melalui nomor 0276-321313 atau WhatsApp 0822-9730-1113,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online