Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Foto ilustrasi senapan angin dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, BOYOLALI— Panji Suherman, 23, menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kirinya setelah menjadi korban penembakan di sebuah bengkel di Jalan Pandanaran, Kampung Ngrancah, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Sabtu (10/10/2026). Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut dan memburu terduga pelaku yang diduga menggunakan senjata jenis airsoft gun.
Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Hidayah Boyolali, dr. Fahrizal Mirza Wijayanto, mengatakan kondisi Panji stabil sejak tiba di rumah sakit. Tekanan darah dan tanda-tanda vital korban juga terpantau stabil.
Setelah luka-lukanya dibersihkan, Panji menjalani pemeriksaan rontgen. Hasil pemeriksaan menunjukkan satu butir peluru masih bersarang di pipi kirinya dengan kedalaman sekitar 2–3 sentimeter.
“Setelah dirontgen, didapati satu buah butir peluru yang masih bersarang di pipi sebelah kiri. Saat ini sedang dilakukan operasi untuk pengambilan peluru di pipi sebelah kiri pasien,” kata Fahrizal kepada wartawan, Sabtu.
Fahrizal menjelaskan luka pada tangan, dada, hidung, dan bagian belakang kepala Panji hanya mengenai permukaan. Luka-luka tersebut tidak sampai ke bagian dalam dan tidak membahayakan kondisi korban.
Meski demikian, peluru yang masih tertanam di pipi kiri harus diangkat melalui operasi. Fahrizal berharap kondisi Panji tetap stabil setelah menjalani tindakan medis tersebut.
“Semoga setelah operasi, kondisinya bisa stabil. Kedalaman pelurunya yang bersarang sekitar 2-3 cm,” ujarnya.
Polisi Periksa CCTV dan Memburu Terduga Pelaku
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra membenarkan adanya penembakan di bengkel tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika Panji sedang beristirahat sambil bermain telepon genggam.
Menurut Indra, terduga pelaku menodongkan senjata yang diduga merupakan airsoft gun, kemudian menembakkan senjata itu sebanyak lima kali. Tembakan mengenai sejumlah bagian tubuh korban, termasuk pipi kiri, hidung, tangan, dada, dan bagian belakang kepala.
“Diduga dilakukan penembakan dengan senjata jenis airsoft gun. Pelaku menembak sebanyak lima kali, tembakan tersebut mengenai pipi bagian sebelah kiri, hidung, tangan, dada, dan bagian belakang kepala,” kata Indra.
Polisi kini memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV serta meminta keterangan saksi di sekitar lokasi. Polres Boyolali juga melakukan penyelidikan dan pengejaran untuk mengungkap identitas terduga pelaku.
Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan tiga butir peluru gotri yang biasa digunakan pada senjata jenis airsoft gun. Indra juga menyebut korban sedang menjalani operasi kecil karena masih ada peluru yang bersarang di pipi kirinya.
“Barang bukti yang kami amankan ada tiga butir peluru gotri, yang biasanya digunakan dalam senjata jenis airsoft gun. Saat ini sedang ada operasi kecil kepada korban, karena ada peluru yang bersarang di pipi sebelah kiri,” ujarnya.
Indra memastikan kondisi Panji stabil dan tidak ada barang milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut. Sementara itu, motif penembakan masih didalami oleh kepolisian.
“Untuk motifnya masih dalam pendalaman dan penyelidikan. Kami mohon doanya agar pelaku bisa segera mungkin bisa kami ungkap. Menurut keterangan korban, pelaku datang satu orang dengan sepeda motor matic warna putih. Korban juga sempat melihat pelaku melarikan diri,” kata dia.
Korban Mengira Pelaku Adalah Temannya
Sebelum penembakan terjadi, Panji sedang berbaring sambil memainkan telepon genggam di bengkelnya. Ia kemudian melihat seorang pria datang secara diam-diam dan sempat mengira orang tersebut adalah temannya.
Namun, pria itu justru menodongkan senjata dan meminta telepon genggam milik Panji. Ketika Panji hendak berdiri untuk menyerahkan barang tersebut, pelaku menembaknya.
“Saya lagi tiduran sambil main handphone, terus tiba-tiba ada yang datang diam-diam. Awalnya saya kira teman. Dia malah nodongin pistol, terus dia minta hape saya. Saya mau berdiri, malah saya ditembak,” kata Panji kepada Espos, Sabtu.
Panji menduga pelaku meminta telepon genggamnya karena khawatir aksinya direkam. Ia juga memperkirakan pelaku mengira dirinya akan melawan ketika hendak berdiri.
Menurut Panji, lima tembakan dilepaskan secara beruntun. Ia menggambarkan tembakan tersebut terjadi dalam waktu singkat tanpa pelaku harus mengutak-atik senjatanya terlebih dahulu.
“Itu ditembak lima kali, dor dor dor langsung tanpa harus ngotak-atik senjatanya. Itu tembaknya pendek, tidak panjang,” ujarnya.
Lima tembakan itu mengenai dada kiri, tangan kiri, hidung, pipi kiri, serta bagian belakang kepala sebelah kiri. Panji mengaku tidak mengenal orang yang menembaknya dan merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun.
“Saya kira enggak ada motif dendam, terus tangan kiri, dada kiri, kepala belakang, hidung, dan pipi kiri. Ini masih ada satu yang bersarang di pipi, semoga lekas ketangkap,” katanya.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif kejadian tersebut sembari mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap identitas terduga pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Video dugaan perundungan mahasiswa baru Telkom University viral di media sosial. Kampus menyatakan kasus ditangani sesuai ketentuan.
Negara-negara ASEAN menyepakati Deklarasi Bali untuk melindungi hak cipta karya jurnalistik dari penggunaan tanpa izin oleh platform digital dan AI.
Warga Kampung Ngadiwinatan, Ngampilan, mendapat edukasi pencegahan kebakaran rumah tangga dan praktik pemadaman api bersama Damkarmat Jogja.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lima pilihan tujuan dan tarif normal Rp80.000 per penumpang.