Kisah Hermanto Tanoko Akuisisi Taman Dayu Usai Istri Dilarang Foto
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.
Petugas mengevakuasi korban keracunan MBG. /Istimewa-Bisnis
Harianjogja.com, BOYOLALI—Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli). Sementara itu, kadar histamin pada sampel udang yang diperiksa dinyatakan masih dalam batas normal.
Ketua Satgas MBG Boyolali yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawalludin, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium telah keluar. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka kembali operasional layanan tersebut.
"Kasus keracunan di Selo sudah clear, hasil lab sudah turun. Informasi dari Korwil SPPG itu dari BGN akan membuka operasional kembali," kata Syawal, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan hasil pemeriksaan menemukan bakteri E. coli serta adanya pemeriksaan terkait kandungan zat pada udang yang disajikan dalam menu MBG. Pemerintah daerah kemudian menyarankan agar menu udang tidak diberikan untuk sementara di wilayah dataran tinggi karena dinilai berisiko dalam tata kelolanya.
"Kalau udang mengandung apa bisa tanya ke Pak Dinkes. Akhirnya kami sarankan untuk daerah atas udang itu enggak perlu karena tidak pas tata kelolanya nanti tambah berisiko. Jadi itu semacam alergi, menimbulkan alergi gatal," kata dia.
Kadar Histamin Udang Masih Normal
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, FX Kristandiyoko, menjelaskan salah satu parameter yang diperiksa pada sampel udang adalah kandungan histamin. Hasil laboratorium menunjukkan kadar histamin masih memenuhi syarat berdasarkan parameter yang diuji.
"Kandungan histamin dalam kondisi normal. Histamin memenuhi syarat terhadap parameter yang diuji. Lalu kandungan airnya ada E. coli itu ada. Sebelum masuk pengolahan itu biasanya ada tandon, itu harus prepare. E. coli untuk standar kan nol, tapi untuk nol sulit sekali, harus ada treatment agar jadi nol. Itu yang kami tekankan ke SPPG," kata dia.
Hasil pemeriksaan tersebut telah disampaikan kepada SPPG melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi. Dalam kegiatan itu, Dinkes menekankan pentingnya penanganan air sebelum digunakan dalam proses pengolahan makanan, termasuk upaya untuk memenuhi standar bakteri E. coli.
Meski kadar histamin pada udang dinyatakan normal, Dinkes Boyolali belum dapat memastikan penyebab pasti keluhan gatal-gatal yang dialami para siswa. Hasil pemeriksaan laboratorium yang tersedia menunjukkan kadar histamin masih dalam batas normal, sedangkan bakteri E. coli ditemukan pada sampel air yang diperiksa.
Sebanyak 34 Siswa Mengalami Gejala
Sebelumnya, sebanyak 34 siswa SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (10/9/2026). Jumlah tersebut terdiri atas 33 siswa SMPN 1 Selo dan satu siswa SMPN 2 Selo.
Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, mengatakan kejadian yang diduga sebagai keracunan itu berlangsung pada Kamis siang hingga sore. Para siswa mengalami beragam gejala, mulai dari gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mulas, hingga pusing.
“Keluhan gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mules, pusing,” kata dia.
Dari puluhan siswa yang mengalami gejala tersebut, tiga siswa harus menjalani rawat inap di Puskesmas Selo. Mereka adalah PA, siswa kelas VII B SMPN 1 Selo; FR, siswa kelas VIII C SMPN 1 Selo; serta DW, siswa kelas IX A.
PA mengalami gatal-gatal, pusing, sesak napas, dan mual. FR juga mengeluhkan gatal-gatal, pusing, sesak napas, dan mual, sedangkan DW mengalami sakit perut, mual, sesak napas, serta pusing.
“Ketiganya telah dirawat inap di Puskesmas Selo. Sampel dari SPPG telah diamankan. Itu dari SPPG Gebyok Selo,” kata Eko.
Menu MBG Berisi Udang Renyah dan Sayuran
Saat kejadian, SPPG Gebyok Selo menyajikan sejumlah menu untuk para siswa. Hidangan tersebut terdiri atas nasi, udang renyah dengan saus mentega, tempe kemangi, capcay pakcoy dan jagung, serta potongan buah melon.
Sampel makanan dari SPPG Gebyok Selo kemudian diamankan untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kejadian yang menyebabkan puluhan siswa mengalami keluhan kesehatan.
Temuan E. coli pada sampel air dan kadar histamin udang yang masih normal merupakan hasil pemeriksaan terhadap parameter yang disebutkan oleh pihak terkait. Namun, penyebab pasti gejala yang dialami para siswa belum dapat dipastikan oleh Dinkes Boyolali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.
Ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor.
Daftar 15 mobil matic bekas di bawah Rp100 juta per 15 Oktober 2026, mulai Mazda CX-5 Rp55 juta hingga Honda Brio Rp99 juta.
Pemkab Kulon Progo mengalokasikan Rp102,16 miliar untuk pelayanan publik pada 2026, dengan prioritas perbaikan jalan kabupaten, jembatan, irigasi, infrastruktur
Baningsih Tedjokartono mengaku bergabung dengan PSI setelah diminta Jokowi dan berencana maju sebagai caleg pada Pemilu 2029.
Agrinas mengungkap 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri menjelang operasional serentak 8.000 koperasi desa.