Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa (kiri) menunjukan stok beras di Gudang Tambakaji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026)./Antara-Harianto\r\n
Harianjogja.com, SEMARANG—Perum Bulog Kantor Cabang Semarang memastikan ketersediaan beras sebanyak 81.600 ton mencukupi untuk menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya selama empat hingga lima bulan ke depan.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa, mengatakan persediaan beras saat ini tersebar di sejumlah gudang. Penyimpanan didukung fasilitas milik Bulog serta gudang mitra yang bekerja sama dengan perusahaan.
"Jadi ketahanan stok beras di Kancab (Kantor Cabang) Semarang sendiri, Kantor Cabang Semarang ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kurang lebih empat sampai lima bulan ke depan," kata Yudha di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026).
Sebanyak 6.300 Ton Beras Tersimpan di Gudang Tambakaji
Dari total persediaan tersebut, sekitar 6.300 ton berada di Gudang Tambakaji. Stok itu merupakan bagian dari Cadangan Beras Pemerintah, termasuk beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Yudha menjelaskan CBP dimanfaatkan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Penyalurannya mencakup bantuan pangan, stabilisasi pasokan serta harga pangan, hingga persediaan untuk menghadapi kondisi tertentu.
“CBP kita digunakan untuk bantuan pangan, stabilisasi harga dan pasokan, kemudian ada juga cadangan untuk bencana alam,” ujar Yudha.
Menurut dia, ketahanan stok saat ini diproyeksikan dapat mencukupi kebutuhan hingga empat atau lima bulan sebelum memasuki masa panen berikutnya pada 2027.
Perhitungan tersebut turut memperhitungkan kebutuhan penyaluran rutin, termasuk program bantuan pangan. Dalam tiga bulan terakhir, penyaluran untuk program tersebut mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 ton setiap bulan.
Kapasitas Gudang Bulog Semarang Capai 105.000 Ton
Untuk mendukung pengelolaan cadangan beras, Bulog Semarang memiliki delapan kompleks pergudangan di wilayah kerjanya. Seluruh fasilitas tersebut mempunyai kapasitas penyimpanan sekitar 105.000 ton.
Selain mengandalkan gudang milik sendiri, Bulog juga memanfaatkan fasilitas penyimpanan yang dikelola pihak swasta melalui skema kerja sama. Langkah ini dilakukan agar kapasitas penyimpanan tetap memadai, terutama menjelang musim panen raya.
Bulog Semarang juga terus mengelola persediaan melalui pengaturan pergudangan dan penyaluran berbagai program pemerintah. Persiapan penyerapan hasil panen berikutnya turut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan beras dan ketahanan pangan di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
PSIM Jogja mengajukan banding atas sanksi 10 pertandingan Mauro Caballero terkait dugaan rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di Practice MotoGP Malaysia 2026 meski terjatuh. Jorge Martin harus memulai kualifikasi dari Q1.
Banjir di Aceh Selatan merendam dua desa di Trumon Tengah. Sebanyak 112 warga dari 30 keluarga terpaksa mengungsi.
DPRD Kulon Progo mendorong pemerataan perbaikan jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, usaha UMKM, dan ekonomi warga.
Suara Ibu Indonesia Yogyakarta menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah dalam aksi kreatif di Titik Nol Kilometer Jogja.