Anak Diduga Bunuh Ayah di Boyolali Jalani Observasi Kejiwaan

Nimatul Faizah
Nimatul Faizah Minggu, 01 November 2026 15:27 WIB
Anak Diduga Bunuh Ayah di Boyolali Jalani Observasi Kejiwaan

Satreskrim Polres Boyolali saat berada di lokasi kejadian anak bunuh ayah di Dusun Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Sabtu (31/10/2026). /Istimewa-Polres Boyolali.

Harianjogja.com, BOYOLALI—Pria berinisial JS, 35, yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Dukuh/Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Saat ini, terduga pelaku berada di rumah sakit untuk menjalani observasi.

Korban berinisial S, 76, diduga mengalami penganiayaan di sekitar rumah mereka pada Sabtu (31/10/2026). Polisi menyebut belum ada keterangan dari ahli kejiwaan mengenai kondisi terduga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Joni Aryanto, mengatakan pemeriksaan kejiwaan akan dilakukan untuk mengetahui kondisi terduga pelaku.

“Ke depan akan ada pemeriksaan kejiwaan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).

Kapolsek Wonosegoro, Iptu Hidayat Seno Harjanto, mengatakan terduga pelaku saat ini berada di rumah sakit untuk menunggu pelaksanaan observasi kejiwaan.

“Saat ini tersangka berada di rumah sakit untuk menunggu dilaksanakan observasi kejiwaan,” kata dia.

Kronologi Penganiayaan di Boyolali

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Joni Aryanto menjelaskan korban bernama Subar, 76, warga setempat. Terduga pelaku diduga memukul kepala korban menggunakan benda tumpul berupa batu hingga meninggal dunia.

"Kalau orang lain belum pernah, cuma merusak dinding, lantai saya juga dirusak memukul kepala korban menggunakan benda tumpul yaitu batu," kata Joni kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.20 WIB. Saat itu, tetangga korban bernama Miftahudin mendengar suara gaduh dari rumah Subar.

"Tetangga mendengar suara gaduh Subar meminta tolong 'Tulung-tulung Ya Allah'. Kemudian Miftahudin mengintip dari sela-sela dinding rumah dan melihat korban Subar sudah terlentang dan tersangka, yaitu anak korban, memukul kaki korban untuk menentukan apakah korban telah meninggal atau belum," kata dia.

Mendengar kejadian tersebut, saksi kemudian memanggil tetangga dan melaporkannya kepada ketua RT. Saksi kembali mengintip ke dalam rumah melalui jendela.

"Di sana saksi melihat korban diseret ke belakang rumah oleh pelaku dan tidak lama kemudian warga berdatangan ke lokasi. Pelaku lari ke arah pekarangan dan dikejar lalu diamankan warga," kata Joni.

Setelah kejadian, jenazah korban ditutupi kain jarik oleh ketua RT setempat. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Wonosegoro.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni batu dengan bekas darah, cangkul, dan karung bagor berwarna putih.

Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala menghadap ke selatan dan sudah tidak bernapas. Joni menyebut terdapat luka di bagian kepala korban.

"Luka-luka di kepala, banyak darah. Cuma saya enggak berani lihat dari dekat, dari jauh, darahnya banyak," kata dia.

Terduga Pelaku Disebut Pernah Mengamuk

Ngateni menjelaskan Subar tinggal bersama istri dan terduga pelaku. Saat peristiwa terjadi, korban hanya berada di rumah bersama anaknya, sedangkan Surip sedang mencari sayuran.

"Anaknya ada enam, pelaku kalau enggak salah ke-2. Joko sekitar 40 tahun, itu sakitnya setelah menikah 20 tahun yang lalu. Anak-anak yang lain tidak di sini," kata dia.

Menurut Ngateni, Joko pernah dibawa berobat, termasuk ke rumah sakit di wilayah Solo. Namun, setelah menjalani pengobatan, Joko disebut masih kerap mengamuk.

Ia mengatakan Joko sering membawa batu dan kayu ketika mengamuk. Benda-benda tersebut, menurutnya, kerap digunakan untuk memukul orang di sekitarnya.

"Itu buat mukul orang terus. Kalau ngamuk ngepruk itu melukai bapaknya atau kakaknya. Kakaknya juga sering dipukul kepalanya terus berdarah. Kalau orang lain belum pernah, cuma merusak dinding, lantai saya juga dirusak," kata dia.

Polisi masih menunggu hasil observasi kejiwaan untuk mengetahui kondisi terduga pelaku. Hingga saat ini, belum ada keterangan ahli yang memastikan kondisi kejiwaannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online