Truk dan Bus Sinar Jaya Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Sopir Tewas

Nimatul Faizah
Nimatul Faizah Senin, 02 November 2026 19:47 WIB
Truk dan Bus Sinar Jaya Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Sopir Tewas

Polisi saat melakukan evakuasi truk dan bus yang mengalami kecelakaan di KM 498+800 jalur A, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada Senin (2/11/2026) sore. /Solopos-Ni'matul Faizah.

Harianjogja.com, BOYOLALI—Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 jalur A, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Senin (2/11/2026) sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia, sedangkan sopir bus selamat dan kenek bus mengalami luka-luka.

Salah seorang warga, Sarjono, 43, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga pukul 17.34 WIB, polisi bersama tim gabungan masih berupaya mengevakuasi kedua kendaraan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian depan bus mengalami kerusakan. Sementara itu, bagian depan truk terlihat ringsek akibat benturan.

Sarjono menyebut informasi yang diterimanya, sopir truk diduga mengantuk sebelum kendaraan berpindah lajur dan terlibat tabrakan dengan bus.

"Infonya [sopir] truk fuso ngantuk, terus pindah lajur dihantam sama bus dari belakangnya," kata dia ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Sarjono, sopir truk meninggal dunia di lokasi kejadian. Tubuh korban sempat terjebak di bagian badan truk sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Setelah dievakuasi, tubuh sopir truk ditutupi menggunakan selimut dari bus. Sementara itu, sopir bus dilaporkan selamat dan kenek bus mengalami luka-luka.

Penumpang Bus Dipindahkan

Sarjono mengatakan bus tersebut membawa sejumlah penumpang. Setelah kecelakaan, penumpang dipindahkan ke bus lain.

"Tadi di bus ada penumpang, mungkin 10 orang, lalu dipindah ke bus yang lain," kata dia.

Hingga pukul 17.37 WIB, tim kepolisian masih melakukan evakuasi truk dan bus yang terlibat kecelakaan. Petugas juga menerapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mendukung proses evakuasi kendaraan. Proses penanganan kecelakaan masih berlangsung saat pemantauan terakhir pada Senin sore.

Waspada

Berkendara di jalan tol menuntut tingkat konsentrasi dan kewaspadaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jalan biasa karena karakteristik kecepatan kendaraan yang konstan dan tinggi.

Guna menekan risiko kecelakaan fatal, pengemudi diimbau untuk selalu mematuhi batas kecepatan minimal dan maksimal yang berlaku, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta menghindari penggunaan telepon seluler atau aktivitas lain yang dapat memecah fokus.

Selain itu, pastikan kondisi fisik pengemudi maupun kelayakan teknis kendaraan seperti tekanan angin ban, sistem pengereman, dan lampu berada dalam kondisi prima sebelum memasuki jalur tol.

Jika pengemudi mulai merasakan gejala kelelahan atau kantuk yang dapat menurunkan waktu reaksi, disarankan untuk segera beristirahat di rest area terdekat dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Patuhi pula seluruh rambu lalu lintas, hindari tindakan berbahaya seperti berpindah jalur secara mendadak tanpa lampu sen, dan dilarang keras menggunakan bahu jalan tol untuk mendahului atau berhenti kecuali dalam keadaan darurat yang mendesak.

Kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas dari setiap pengguna jalan adalah kunci utama untuk menciptakan perjalanan yang aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online