Hujan Mulai Turun, 84 Desa di Banyumas Tak Lagi Minta Air Bersih

Newswire
Newswire Jum'at, 06 November 2026 16:37 WIB
Hujan Mulai Turun, 84 Desa di Banyumas Tak Lagi Minta Air Bersih

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti (kiri) menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). /Antara-HO-Pemkab Banyumas\r\n

Harianjogja.com, BANYUMAS—Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat jumlah desa penerima bantuan air bersih untuk penanganan kekeringan berkurang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat 84 dari total 121 desa terdampak telah menyatakan kebutuhan air bersihnya tercukupi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan puluhan desa tersebut meminta distribusi bantuan air bersih dihentikan sementara. Meski demikian, perkembangan kondisi cuaca masih memungkinkan desa-desa itu kembali membutuhkan bantuan.

"Dari total 121 desa yang terdampak kekeringan, saat ini yang sudah menyatakan cukup sebanyak 84 desa. Namun, ini masih bisa berkembang karena kondisi cuaca belum menentu," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jumat (6/11/2026), didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Abdul Ladjis.

Kebutuhan Air Bersih Masih Berubah

Dwi mengatakan BPBD masih menerima permohonan bantuan air bersih dari sejumlah desa yang belum sepenuhnya pulih dari dampak kekeringan.

Kebutuhan bantuan saat ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari bagian utara, selatan hingga timur Kabupaten Banyumas. Kondisi setiap desa berbeda-beda, bahkan kebutuhan air bersih di satu wilayah dapat berubah mengikuti ketersediaan sumber air.

"Misalnya, yang tadinya membutuhkan dua tangki, sekarang cukup satu tangki. Jadi, ada pengurangan kebutuhan, tetapi belum sepenuhnya pulih," katanya.

Menurut dia, perkembangan kebutuhan bantuan air bersih masih fluktuatif. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah Banyumas cenderung tidak mengalami hujan.

Kalaupun turun hujan, intensitasnya ringan hingga sedang dan bersifat sporadis. Padahal, Kabupaten Banyumas dan sekitarnya sempat diguyur hujan lebat pada Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10) pagi yang mengakibatkan banjir maupun longsor di beberapa desa.

“Dengan demikian, desa-desa yang sebelumnya menghentikan permohonan bantuan, masih berpeluang kembali mengajukan distribusi apabila kondisi kekeringan terjadi lagi,” katanya.

Karena itu, BPBD tetap melakukan pemantauan lapangan untuk mengetahui perkembangan kondisi sumber air serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Kekeringan Berdampak pada 98.158 Warga

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan berdasarkan pembaruan data per 5 November 2026, kekeringan telah berdampak pada 121 desa/kelurahan di 25 kecamatan.

Jumlah warga terdampak mencapai 98.158 jiwa atau 27.198 keluarga. Bencana tersebut juga berdampak terhadap 31 unit fasilitas umum.

Dalam penanganannya, BPBD Banyumas telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.140.000 liter melalui 2.014 ritase pengiriman.

“Bencana kekeringan tersebut juga berdampak terhadap 31 unit fasilitas umum. Dalam penanganannya, kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.140.000 liter melalui 2.014 ritase pengiriman,” katanya.

Abdul menegaskan penghentian sementara distribusi bantuan di sejumlah desa bukan berarti penanganan kekeringan telah selesai sepenuhnya.

BPBD akan terus menyesuaikan penyaluran bantuan berdasarkan laporan desa dan hasil pemantauan petugas di lapangan. Dengan demikian, masyarakat yang masih membutuhkan air bersih tetap dapat memperoleh bantuan.

BPBD Banyumas Catat 67 Kejadian Karhutla

Selain menangani kekeringan, BPBD Banyumas juga mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

“Selain penanganan kekeringan, kami juga mencatat sebanyak 67 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas area terbakar mencapai 64,818 hektare,” kata Abdul.

Sejumlah wilayah yang tercatat mengalami kebakaran lahan antara lain Kecamatan Kalibagor, Patikraja, Purwojati, Jatilawang, Ajibarang, Cilongok, Purwokerto Selatan, Lumbir, Kebasen, Sokaraja, Wangon, dan Banyumas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online