Advertisement
Kenangan Terakhir Keluarga Bersama Hariyadi Korban ATR 42-500 Karangan
Hariyadi korban ATR 42-500 Karanganyar saat tiba di rumah duka. - Espos.
Advertisement
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Momen komunikasi terakhir dengan almarhum Hariyadi, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 asal Karanganyar, meninggalkan kenangan hangat bagi keluarga sebelum tugas negara menjemputnya
Adik ipar almarhum Hariyadi, Abdullah Said, mengenang komunikasi terakhir dengan Hariyadi sebelum korban menjalankan tugas penerbangan yang berujung tragis.
Advertisement
“Terakhir komunikasi dengan keluarga itu hari Sabtu pagi. Masih sempat video call dengan istri dan anggota keluarga. Kemudian malamnya beliau menelepon orang tua untuk berpamitan,” ujar Abdullah saat ditemui di rumah duka, Minggu (25/1/2026).
Abdullah menegaskan, selama panggilan video, almarhum tidak menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran. Berpamitan sebelum bertugas memang menjadi kebiasaan rutin Hariyadi.
BACA JUGA
“Tidak ada cerita apa-apa yang membuat cemas. Beliau memang selalu pamitan sebelum berangkat. Itu sudah menjadi kebiasaan beliau setiap bertugas,” tambah Abdullah.
Sosok Hariyadi dikenal hangat dan dekat dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Abdullah menyebut kehadiran almarhum selalu membawa kehangatan, tidak membedakan keluarga kandung maupun keluarga ipar.
“Kami semua merasakan kehangatan dan kasih sayangnya. Beliau memperlakukan semua orang dengan hangat, termasuk keponakan dan adik ipar,” ungkap Abdullah.
Bapak almarhum, Supardi, juga mengenang komunikasi terakhirnya dengan putra sulungnya sebelum kecelakaan. Ia terakhir berbicara dengan Hariyadi pada Jumat malam.
“Terakhir komunikasi Jumat malam. Kami sempat teleponan. Dia bilang, ‘Bapak sudah sembuh, saya besok berangkat,’” tutur Supardi, yang baru pulih dari stroke.
Selama hidup, Hariyadi dikenal anak sulung yang perhatian pada keluarga, lingkungan, dan kerabat. Banyak tetangga dan warga sekitar berdatangan ke rumah duka memberikan dukungan dan doa, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum, yang gugur menjalankan tugas negara sebagai Flight Operation Officer (FOO).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Espos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- BPBD Catat 73 Titik Kerusakan Akibat Angin Kencang di Sleman
- Kronologi Detik-Detik Pohon Randu UGM Tumbang Tewaskan Dua Pengendara
- Kasus PMK Awal 2026 Merebak di DIY, Kulonprogo Tertinggi
- BPHTB Bantul 2026 Dipatok Rp107,2 Miliar, PPAT Jadi Kunci Strategis
- Viral Korban Jambret di Sleman Malah Jadi Tersangka, Ini Kata Polisi
Advertisement
Advertisement




