Advertisement
Dua Kasus Campak Ditemukan di Prambanan Klaten, Vaksinasi Disiapkan
Foto ilustrasi campak. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN— Sebanyak sekitar 53.000 anak di Kabupaten Klaten akan menjadi sasaran vaksinasi campak. Program ini disiapkan setelah ditemukan dua kasus campak pada anak di wilayah Kecamatan Prambanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan kedua anak yang terinfeksi berusia 5 tahun dan 6 tahun. Menurutnya, kasus tersebut kemungkinan dipengaruhi tingginya mobilitas warga di kawasan perbatasan.
Advertisement
“Karena mereka tinggal di daerah perbatasan sehingga bisa disebut mobilitas tinggi,” kata Anggit saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (10/3/2026).
Ia memastikan kondisi kedua anak tersebut saat ini baik dan masih dalam perawatan, namun tidak memerlukan rawat inap karena gejala yang muncul dapat segera ditangani.
BACA JUGA
Dinkes Jateng Siapkan ORI
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berencana melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) guna mencegah penyebaran penyakit lebih luas.
“Campak ini sebenarnya suatu kasus yang sebetulnya yang diharapkan sudah tidak ada. Makanya dari provinsi tetap akan melakukan kegiatan ORI, yaitu kegiatan vaksinasi kepada masyarakat di Kabupaten Klaten,” jelas Anggit.
53.000 Anak Jadi Sasaran
Anggit mengungkapkan vaksinasi akan diberikan kepada anak usia di bawah lima tahun dengan target sekitar 53.000 anak di Kabupaten Klaten.
Meski demikian, pelaksanaan vaksinasi masih menunggu surat resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terkait jadwal pelaksanaan program tersebut.
Campak sendiri merupakan penyakit yang umumnya menyerang anak-anak. Gejalanya antara lain muncul ruam merah di seluruh tubuh, demam, serta sakit tenggorokan.
Meski tingkat fatalitasnya rendah, penyakit ini sangat mudah menular.
“Karena itu infeksi yang disebabkan virus, dampaknya adalah penurunan daya tahan tubuh dan berdampak terhadap kesehatan lainnya,” kata Anggit.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti rutin mencuci tangan, memakai masker, serta menutup mulut saat batuk atau bersin. Ia juga menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.
“Mohon kepada seluruh masyarakat betul-betul mendukung pelaksanaan vaksinasi secara program. Minimal secara program itu betul-betul lengkap,” ujarnya.
Kasus Campak di Indonesia Meningkat
Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan.
Hingga pekan ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan 6 kematian.
Selain itu terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Kasus sempat meningkat pada Januari 2026 dan mulai menurun sepanjang Februari. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada menjelang libur panjang Lebaran karena meningkatnya mobilitas dapat memicu penularan.
Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign imunisasi campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun berisiko.
Program tersebut digelar di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9–59 bulan selama Maret 2026. Pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik seperti puskesmas, posyandu, PAUD, TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Proyek Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Libur 10 Hari
- Kasus Campak Gunungkidul 2026 Capai 11 Orang, Belum KLB
- Jalan Klangon-Tempel Rusak, Dampak Mobilisasi Proyek Tol Jogja-Bawen
- Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Mobil Parkir Prawirotaman
- Unisa Siapkan Laboratorium Stem Cell, Target Beroperasi 2026
Advertisement
Advertisement








