Advertisement
Dugaan Keracunan MBG di Kudus, Pemprov Jateng Lakukan Evaluasi
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA - Zuhdiar Laeis
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan penyebab insiden yang membuat ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gangguan kesehatan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan tim dari Pemprov Jateng akan turun langsung ke lapangan guna mengecek proses penyediaan makanan hingga sistem distribusinya.
Advertisement
“Kita akan lakukan pengecekan dan evaluasi MBG di Kudus. Nanti terlihat permasalahannya ada di mana, apakah dari kualitas makanan atau dari proses distribusinya,” ujar Taj Yasin di Semarang, Kamis (29/1/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh. Penanganan kasus, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.
BACA JUGA
“Kita lihat dulu fakta di lapangan. Setelah itu baru ditentukan langkah lanjutan sesuai prosedur,” katanya.
Pemprov Jateng juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait untuk menelusuri sumber masalah sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Sementara itu, jumlah siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan terus bertambah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo mengungkapkan hingga Kamis, sebanyak 118 siswa harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Total sementara ada 118 siswa yang dirawat dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ujarnya.
Adapun sebaran pasien meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus sebanyak 28 siswa, RS Mardi Rahayu 22 siswa, RS Sarkies Aisyiyah 19 siswa, RSI Kudus 14 siswa, RS Kumala Siwi 13 siswa, RS Kartika 9 siswa, serta RS Aisyiyah 13 siswa.
Pihak sekolah mengungkapkan gejala keracunan tidak hanya dialami siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 2 Kudus, Dwiyana, menyebutkan keluhan awal justru muncul dari para guru.
Menurutnya, menu MBG yang diterima sekolah dari SPPG Purwosari pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB langsung dikonsumsi guru dan kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 11.45 WIB.
“Yang pertama merasakan sakit perut dan diare justru para guru. Tidak lama kemudian siswa juga mengeluhkan mual, pusing, perut sakit, sampai diare,” katanya.
Jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Kudus tercatat sebanyak 98 orang, sementara total siswa mencapai 1.178 orang.
Berdasarkan laporan sementara sekolah, sekitar 600 siswa mengalami gejala serupa. Namun mayoritas memilih menjalani perawatan di rumah, termasuk sejumlah guru.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemprov Jateng mengingat Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan gizi pelajar. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kerugian Judi Online Capai Rp1.100 Triliun, Jadi Ancaman Serius
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Sampah Menumpuk di Jembatan Kabanaran, DLH Kulonprogo Siagakan Petugas
- Program MBG Jangkau 110 Ribu Penerima di Gunungkidul
- Gempa Bantul M4,4 Picu Retakan Rumah, BPBD Pantau Dampak Lanjutan
- DIY Masuk Zona Rawan Gempa, BPBD Perkuat Mitigasi Bencana
- Ribuan Anak di Bantul Belum Kantongi KIA, Disdukcapil Percepat Layanan
Advertisement
Advertisement



